Benarkah Makan Malam Bikin Gemuk?

3c9e1e5c-22af-4fcb-ac6d-73d3ffa7693c

3c9e1e5c-22af-4fcb-ac6d-73d3ffa7693cMeskipun sudah banyak bukti peneltian dan informasi gizi tetapi beberapa mitos soal makanan tetap dipercaya banyak orang hingga saat ini. Apakah Anda salah satunya?  Beberapa dokter atau ahli gizi memberikan konfirmasi tentang beberapa mitos yang masih dipercaya. Berikut ini penjelasan beberapa mitos seperti dilansir bicycling Mitos

1 : Makan di malam hari bikin gemuk
Makan malam atau makan sebelum tidur tidak menyebabkan kegemukan,”Ini semua datang dari adanya matematika sederhana,” kata Ilyse Schapiro, penulis buku “Should I Scoop Out My Bagel?”.  Jika tubuh Anda memakai banyak energi (kalori) dari yang masuk dalam sehari. Seperti mengonsumsi camilan sebelum tidur bukanlah hal yang buruk sama sekali. Sebaliknya, makan di malam hari dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Membatasi tidak konsumsi makanan pada waktu tertentu justru membuat lapar terus menerus. Batasi makan camilan 1 jam sebelum tidur untuk mencegah tidur tak nyenyak atau gangguan asam lambung karena tubuh tak bisa mencerna makanan. 

Mitos 2 : Makanan gluten-free lebih menyehatkan
Mitos ini tampaknya tidak berlaku bagi orang yang memiliki alergi makanan, seperti penderita penyakit celiac. Makanan gluten-free diketahui telah menjadi tren pola makan sehat. Sehingga, tren ini banyak diikuti dan mengubah kebiasaan makan orang sehari-hari. Masalahnya kini banyak orang menjual cookies dan pasta sebagai pilihan makanan bebas gluten. Dalam banyak kasus, produk bebas gluten memiliki kualitas buruk jika dibandingkan dengan kandungan gluten sebenarnya. Produk gluten-free memiliki harga yang jauh lebih mahal dan biasa juga mengandung kalori, gula dan lemak yang lebih tinggi. Konsumsi biji-bijian sehat seperti quinoa, bayam, beras merah, barley, dan bulgur yang kaya akan mineral dan nutrisi lainnya. Seperti zat besi, zinc, dan kalsium.

Mitos 3 : Karbohidrat adalah musuh
Percaya atau tidak, tubuh kita membutuhkan karbohidrat mendukung gaya hidup aktif. “Otot dan jaringan membutuhkan karbohidrat untuk membangun otot, penurunan berat badan, dan untuk fungsi sehari-hari.  Sementara Edwina Clark, seorang ahli gizi dan kesehatan di Yummly mengungkapkan bila seseorang yang melakukan diet dengan cara mengurangi karbohidrat untuk turunkan berat badan dengan cepat. Sebenarnya yang hilang air bukan lemak. Perlu diingat bahwa jenis makanan, seperti kerupuk, roti dan pasta mengandung karbohidrat. Sebaiknya konsumsi tak berlebihan. pilih yang kaya nutrisi. Seperti quinoa, gandum, kecambah, ubi atau labu.

Mitos 4 : Sayuran beku nutrisinya tak sehebat sayuran segar Dalam beberapa kasus, sayuran beku dinyatakan memiliki kandungan nutrisi lebih banyak dibandingkan sayuran segar.  Sayuran beku cenderung lebih kaya nutrisi karena berada pada puncak kematangan, sedangkan sayuran segar dipetik sebelum matang dan didistribusikan ke toko-toko untuk proses pematangan sebelum dibeli. Sebaiknya pilih sayuran beku tanpa bahan tambahan.

Mitos 5 : Smoothie buah pilihan terbaik
Faktanya smoothie yang diperdagangkan di toko-toko memiliki kandungan gula yang tinggi. “Orang yang menyukai smoothies karena minuman tersebut dapat berisi berbagai macam jenis buah yang dijadikan satu. Namun, perhatikan kembali kandungan gula dalam smoothie yang akan Anda beli. Lebih baik membeli buah-buahan segar atau bisa juga dibuat jus tanpa perlu menggunakan gula yang terlalu banyak

Mitos 6 : Lemak akan membuat gemuk Tidak semua lemak berdampak buruk bagi kesehatan. Adapula lemak baik yang ditemukan dalam alpukat, kacang-kacangan, beberapa minyak, bijian dan ikan. Tapi lemak merupakan sumber protein dan serat,sehingga menunda lapar. Daripada mengonsumsi keripik atau kerupuk, yang mungkin lebih rendah kalori. Sebaliknya, makanan yang diberi label “fat free” mengandung bahan-bahan buatan dan pemanis. Pilihlah bahan alami jika Anda ingin mengonsumsi salad, seperti menggunakan lemon dan minyak zaitun sebagai sausnya.

Mitos 7 : Susu skim baik untuk mereka yang diet. Jika Anda memilih susu full cream untuk campuran kopi maka hal itu sangat baik. Karena lemak dalam susu dapat melarutkan vitamin A dan D dibandingkan dengan susu rendah lemak dan produk susu bebas lemak.