Kecewa Angka Pertumbuhan Ekonomi RI, Dana Asing ‘Cabut’ dari Bursa

3b248b3b-7462-481a-b3a8-18ffb907ad48

3b248b3b-7462-481a-b3a8-18ffb907ad48Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 2 hari ini bergerak di zona merah. Bahkan, IHSG anjlok nyaris 2% pada penutupan perdagangan saham kemarin. Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup merosot 73,280 poin (1,52%) ke 4.749,315. Kemarin, dana asing keluar dari bursa saham tercatat Rp 457,58 miliar. Pelemahan IHSG secara berturut-turut ini merupakan bentuk kekecewaan pasar terhadap angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) akhir pekan lalu. Pada kuartal I-2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 4,92%. Melambat dibandingkan kuartal IV-2015 yang mencapai 5,04%.  “Aksi jual terutama dipicu kekecewaan atas perlambatan pertumbuhan ekonomi 1Q16 dan kinerja sejumlah emiten sektoral 1Q16 yang di bawah perkiraan,” ujar Analis First Asia Capital David Sutyanto dalam risetnya seperti dikutip detikFinance, Selasa (10/5/2016).

Sentimen negatif juga turut dipicu data perdagangan China (dalam US dolar) April lalu kembali menunjukkan penurunan seperti ekspor turun 1,8% (yoy) dan impor turun 10,9% (yoy).  Hari ini, IHSG juga kembali melanjutkan pelemahan. Mengawali perdagangan Selasa (10/5/2016), IHSG dibuka turun 0,571 poin (0,01%) ke 4.748,744. Dana asing juga masih terus keluar. Hingga pukul 10.50 waktu JATS, pemodal asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 27,248 miliar. IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif cenderung koreksi menyusul minimnya sentimen positif di pasar. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran support 4.710 dan resisten di 4.780.