Kemunculan Penyakit Ginjal Misterius Dikaitkan Dengan Perubahan Iklim

ab37ddac-3f69-4dbb-bc35-d3fc469b9aae_169

ab37ddac-3f69-4dbb-bc35-d3fc469b9aae_169Jakarta, Penyakit ginjal kronis misterius atau yang disebut juga chronic kidney disease of unknown origin (CKDu) adalah sebuah kondisi di mana tanpa sebab yang pasti seseorang tiba-tiba mengalami kerusakan ginjal. Biasanya hal ini terjadi pada petani di negara-negara sekitar ekuator seperti misalnya Amerika Tengah, Mesir, India, dan El Savador. Petani pria disebut lebih rentan mengalaminya dan peneliti mencurigai penyakit ini berkaitan dengan pekerjaan. Alasannya karena para petani ketika bekerja di ladang sangat rentan terpapar suhu tinggi dan ditambah dengan aktivitas fisik yang berat mendorong terjadinya dehidrasi parah. Apabila situasi ini terjadi berulang maka kerusakan ginjal mungkin saja terjadi. Nah menurut studi terbaru yang dipublikasi di Clinical Journal of the American Society of Nephrology, situasi CKDu kini tampaknya makin parah seiring terjadinya perubahan iklim ditandai dengan naiknya suhu rata-rata bumi. “Anda lihat bahwa ada populasi besar yang bisa terpengaruh tapi penyakit ini tetap akan tak diperhatikan, tak dianggap untuk beberapa dekade.

Penyakit ini mulai menjadi penyakit penyebab kematian pria terbanyak terutama pada populasi yang memang rentan,” kata salah satu peneliti Jason Glaser dari La Isla Foundation seperti dikutip dari Medical Daily, Senin (9/5/2016). Peneliti lainnya Richard Johnson dari University of Colorado School of Medicine mengatakan semakin rata-rata suhu bertambah tinggi bisa jadi hal serupa dapat dialami juga oleh pekerja lain yang rentan terhadap panas seperti atlet atau pekerja tambang. Petani dalam hal ini menjadi profesi yang paling rentan karena lingkungan kerjanya memang sama sekali tak ada atau jarang disertai tempat teduh untuk berlindung. Meski suhu tinggi disebut sebagai faktor utama, peneliti tak menampik kemungkinan adanya faktor lain seperti gaya hidup dan adanya polusi zat kimia pertanian berkontribusi terhadap CKDu. Penelitian masih terus berjalan untuk menentukan seberapa besar tiap faktor berperan memicu kerusakan ginjal. “Kemungkinan kita sedang menghadapi krisis global. Kita harus cepat menanggapinya,” tutup Glaser.