Pemerintah Siapkan Rp 49 M Permak Kawasan Bersejarah Jadi Pusat Ekonomi

5cc8cf25-318d-40b9-b483-ca6385332b84_169

5cc8cf25-318d-40b9-b483-ca6385332b84_169Denpasar -Pengembangan kawasan bersejarah di sejumlah kawasan terbukti berhasil mendongkrak perekonomian setempat bahkan negaranya. Di Indonesia hal serupa juga terus digiatkan untuk memberikan dukungan tersebut Pemerintah menyiapkan sebuah program strategis bernama Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP). Program tersebut mencakup 45 kota dengan yang memiliki peninggalan bersejarah di seluruh Indonesia. Dari 45 kota pusaka tersebut, 11 di antaranya berpotensi masuk dalam daftar peninggalan dunia di UNESCO sebuah lembaga dunia di bawah PBB yang fokus di bidang budaya dan pendidikan. “Ada 11 kabupaten kota yang berpotensi masuk dalam daftar warisan dunia oleh UNESCO diantaranya antara lain Sawahlunto, Purbolinggo, Denpasar, Tidore, Mataram, Cirebon, Karang Asem dan Semarang,” ujar Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Dwityo Akoro Soeranto di Hotel Wredhapura, Denpasar, Bali, Senin (9/5/2016). Dalam program yang dilakukan, Kementerian PUPR lewat Direktorat Jenderal Cipta Karya bakal melakukan berbagai upaya dari mulai pemugaran bangunan bersejarah, penyediaan infrastruktur jalan kawasan dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya.

Untuk menmuluskan rencana tersebut, Pemerintah menyiapkan anggaran rutin setiap tahunnya agar seluruh kota pusaka yang adai di Indonesia memiliki fasilitas pendukung yang memadai di tahun 2019. “Di tahun 2016 sendiri ada Rp 49 miliar yang kita anggarkan sebagai dukungan dari Kementerian PUPR. Dana itu untuk pengembangan Kota Pusaka di  9 kab/kota. Kota lainnya akan masuk tahun anggaran berikutnya hingga tahun 2019,” kata dia. Ia pun mengatakan, pemugaran dan peningkatan infrastruktur kawasan saja tidak lah cukup. Perlu ada dukungan Pemerintah Daerah dan Swasta agar program tersebut berjalan dan bermanfaat baik. “Harus ada political will dari Pemda untuk menyediakan regulasi-regulasi yang mendukung pelestarian kawasan bersejarah. Kalau nggak, pembangunan yang dilakukan Pemerintah Pusat bisa tidak ada artinya,” pungkas dia. Asal tahu saja, pengembangan kawasan bersejarah di sejumlah negara telah berhasil mendongkrak pendapatan ekonomi kawasan tersebut juga negaranya. Pendapatan terutama masuk sebagai imbas berkembangnya sektor kawasan bersejarah tersebut.