Pilar Kebangsaan Ditengah Krisis Regenerasi Kepemimpinan Nasional

KBRINA – Forum Solidaritas Masyarakat Sumsel yang diketuai Syamsul Jufri SH, mengadakan seminar sehari dengan tema “Pilar Kebangsaan Ditengah Krisis Regenerasi Kepemimpinan Nasional”, hari Rabu (22/05), bertempat di Rumah Makan Indah Raso, Jalan Demang Lebar Daun Palembang.

Acar tersebut dihadiri lebih dari seratus orang peserta yang terdiri dari Ketua LSM dan Ormas yang ada di Palembang, Mahasiswa dari UMP, dan siswa-siswi SMA, serta ibu-ibu pengajian. Turut hadir Kabid III Kesbangpol & Linmas provinsi Sum-sel Drs Nelson, Toni Fauzi SH M.Hum sebagai narasumber, Thobary Bunglay SH sebagai moderator.

“Acara ini bertujuan guna memperdalam pengetahuan tentang pilar regenerasi kepemimpinan nasional. Saya sangat berterima kasih kepada para panitia yang telah bekerja keras demi menyukseskan acara ini,” jelas Syamsul dalam sambutanya.

Kebangsaan adalah bagaimana kita memahami satu sama lain, saling mengayomi, dan menciptakan rasa keadilan terhadap sesame. Kebangsaan tersebut bukan hanya tugas Kes Bang Pol saja melainkan tugas bersama untuk mempersatukan bangsa tanpa ada yang saling menghianati.

“Tidak lama lagi pemillukada, Kita harus berhati-hati memilih pemimpin. Karena jika salah pilih kita akan menderita selama lima tahun ke depan. Marilah kita pilih pemimpin yang benar-benar sudah terbukti dan telah kita rasakan janji-janjinya, seperti berobat gratis dan sekolah gratis yang telah diprogramkan pak Alex sekarang ini,” jelas Nelson.

Nelson juga berharap kepada semua peserta yang hadir dalam acara ini untuk menyebarluaskan kepada pihak lain yang belum sempat hadir dan kepada masyarakat diluar sana tentang Pilar Kebangsaan.

Dalam paparanya, Toni Fauzi menyebutkan 4 Pilar (Founding Fathers) yakni, pancasila sebagai dasar falsafah hidup bangsa, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, Bhineka Tunggal Ika sebagai komitmen kesatuan dan persatuan dan NKRI sebagai rumah bersama kita.

Acara dilanjutkan dengan pemberian saran dan kritik. “Sebaiknya para calon Gubernur jangan yang itu-itu terus, sebaiknya  juga beri kesempatan pada generasi muda,” saran Ning Herlina SH M.Hum, seorang peserta seminar. (tn)