Gede Pasek Siap Lengser dari Jabatan Ketum PKN

KBRINA.COM– Kursi kepemimpinan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) dikabarkan akan berganti, dari ketua umumnya Gede Pasek Suardika ke Anas Urbaningrum.

Kabar tersebut pun dibenarkan Ketua Pimpinan Daerah (PD) PKN Bangka Belitung (Babel), Hendy lewat siaran pers pada Jumat (12/5). Hanya saja belum diketahui kapan resminya penyerahan tapuk kepemimpinan tersebut.

Hendy mendukung penuh keputusan Gede Pasek, dia meyakini keputusan tersebut merupakan strategi politik yang cerdas. Anas dan Gede Pasek sendiri merupakan politisi senior yang pernah bernaung di Partai Demokrat. “Kami dukung penuh,” Kata Hendy.

Hal itu disampaikan GPS ke media di Jakarta hari ini. “Dengan ketulusan hati, dengan keikhlasan jiwa Saya telah bersiap menyerahkan jabatan ketua umum PKN kepada Mas Anas,” kata GPS yang juga mantan ketua Komisi 3 DPR RI ini.

Dijelaskannya, dirinya yakin di target etape ketiga ini PKN akan lebih cepat akselerasinya jika di pimpin oleh sosok politisi berdarah dingin seperti AU. “Etape pertama lolos Kumham, etape kedua lolos KPU dan kini etape ketiga setengah jalan masih saya, nanti setelah Mas Anas bebas murni menjalani CMB (Cuti Menjelang Bebas) akan saya serahkan jabatan ketua umum saya kepada Beliau. Sekarang saya masih tuntaskan secara maksimal, ” kata GPS yang juga pernah menjadi anggota DPD RI tersebut.

Perkiraan GPS, pertengahan bulan Juli nanti proses itu sudah bisa berjalan. “Kami akan membuat konsep dwi tunggal sebagai bentuk value politik yang mengedepankan persahabatan, perjuangan bersama dan jauh dari nuansa rebutan rebutan kekuasaan di internal. Saya ingin membangun kultur politik bahwa dalam politik bukan haus jabatan yang harus ditampilkan, tetapi bagaimana mengatur formasi agar ide dan gagasan bisa berjalan dengan maksimal. Sebab politik itu kontestasi ide gagasan kebangsaan, ” kata mantan ketua Badan Kehormatan DPD RI tersebut.

Dijelaskannya juga, dirinya sudah bertemu berdua dengan Anas dan sudah meminta langsung kesediaan memimpin PKN. “Saya sudah bertemu, dan nanti dalam waktu dekat usai urusan pencalegan, Saya juga akan ajak semua Kapimda bertemu langsung secara khusus dan pertengahan Juli nanti segera dilakukan peralihan,” katanya.

Ketika ditanya setelah jadi Ketum akan menempati posisi apa di partai, GPS mengatakan posisi tidak penting baginya. “Yang pasti posisinya mengawal agar Mas AU bisa maksimal memimpin PKN ke depannya, ” kata politisi yang juga advokat ini.

GPS mengilustrasikan PKN seperti istana negara di IKN. “Arsiteknya orang Bali yaitu Seniman Nyoman Nuartha, tetapi yang memimpin dan mengelola adalah Presiden Jokowi. Ya PKN arsiteknya saya, yang kemudian memimpin mengelola Mas Anas. PKN dan IKN kan beda tipis karena sama-sama Nusantara, ” kata GPS sambil tersenyum.

Hendy menambahkan di provinsi Babel sendiri, ia bersama pengurus di bawahnya mengaku siap berjuang membesarkan dan memenangkan PKN di Pemilu 2024. “Segala persiapan telah dilakukan, termasuk strategi politiknya. Kita siap besarkan PKN di Babel,” ucapnya.

PKN merupakan salah satu parpol termuda yang lolos dan ikut di Pemilu 2024 mendatang. Saat penetapan dan pengambilan nomer urut, PKN mendapatkan nomor urut sembilan. Nomor yang dulu lekat dengan partai asal dari GPS dan AU yaitu Demokrat. (res24)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*