Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh Nyalakan Api Likur Desa Teru

Simpangkatis – Bupati Bangka Tengah (Bateng), H Ibnu Saleh nyalakan api likur di Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis Bateng. “Tradisi likur ini harus kita lestarikan,” kata Ibnu Saleh kepada Klikbabel.com, Kamis (30/5). Ia bercerita kata likur berasal dari bahasa melayu, menyatakan bilangan antara 20 dan 30. Di negeri jiran, likur digunakan sebagai kata malam 21 sampai 29 Ramadhan.

Di Indonesia sendiri sama, dimana implementasi kegiatannya di tandai dengan menghidupkan api menggunakan media bambu, kaleng dan botol beling. “Kalau di Indonesia, tadisi api likur dilakukan oleh masyarakat serumpun melayu yang ada di beberapa titik Pulau Sumatera, Riau, Kalimantan dan Bangka Belitung,” katanya seraya menyebut tradisi leluhur harus di lestarikan. Kebiasaan masyarakat Desa Teru ini menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh barokah, harus dijalani dengan hati yang gembira menantikan malam takbir Hari Raya Idul Fitri 1440 H. “Kegiatan api likur juga bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal atau luar. Mereka pasti ingin tahu hingga proses akhir kegiatan likur, mulai dari rapat desa, cari bambu hingga penyalaan api likur yang di selingi tradisi nganggung,” ungkapnya. Ibnu melihat kegiatan tradisi api likur juga dilakukan oleh  beberapa desa yang ada di Bateng. “Kita apresiasi desa-desa yang menyalakan api likur.

Tahun depan kita berharap api likur di nyalakan oleh seluruh masyarakat se Bateng yang tersebar di 56 desa dan 7 kelurahan,” katanya. Di tambahkan Camat Simpangkatis, Roy Haris mengungkapkan rangkaian kegiatan Bupati Bateng di Desa Teru di awali dengan safari Ramadhan. Kegiatannya meliputi ceramah agama, berbuka puasa bersama, nganggung dengan masyarakat Teru, sholat magrib, isya’ dan terawih berjamaah. “Setelah itu, Bupati Bateng menyalakan api pertama pada kegiatan likur yang di selenggarakan karang taruna bersama pemerintahan Desa Teru,” tutur roy.

Sumber : Klikbabel.com