Syamsuni Soleh: LPTQ Babel Harus Jadi Penggerak Prestasi dan Syiar Al-Qur’an

KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2026-2030, Syamsuni Soleh, menyatakan siap mengemban amanah yang diberikan dengan penuh rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar untuk memajukan syiar Al-Qur’an dan meningkatkan prestasi kafilah Babel di tingkat nasional.

Usai dilantik sebagai Ketua LPTQ Babel, Syamsuni menegaskan jabatan yang dipercayakan kepadanya bukan sekadar posisi organisasi, melainkan amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

“Bismillahirrahmanirrahim. Amanah sebagai Ketua LPTQ Babel periode 2026 sampai 2030 saya terima dengan penuh rasa takut sekaligus syukur. Takut karena ini amanah Allah SWT yang kelak akan diminta pertanggungjawaban-Nya. Namun saya juga bersyukur karena Allah masih memberikan kepercayaan kepada kita untuk melayani Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurut Syamsuni, pengabdian kepada agama dan masyarakat merupakan jalan untuk memperoleh pertolongan Allah SWT. Ia mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dengan niat tulus serta semangat memberikan manfaat bagi sesama.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat Muhammad ayat 7 yang menegaskan bahwa siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan meneguhkan kedudukannya. Selain itu, ia juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Dalam kepemimpinannya selama lima tahun ke depan, Syamsuni menetapkan dua fokus utama yang akan menjadi arah gerak LPTQ Babel.

Pertama, meningkatkan prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Bangka Belitung, mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga ajang nasional. Ia menegaskan target LPTQ bukan hanya sekadar berpartisipasi dalam MTQ, tetapi mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah.

“Kita ingin prestasi MTQ Babel terus meningkat. Target kita bukan hanya ikut, tetapi menjadi yang terbaik. Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dan terukur agar lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan generasi Qurani yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Fokus kedua adalah memperluas syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat Bangka Belitung. Menurutnya, keberadaan LPTQ harus mampu mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an, baik dalam membaca, menghafal, memahami makna, menafsirkan maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan kita sederhana, agar anak-anak dan cucu-cucu kita mengenal, mencintai, dan lancar membaca Al-Qur’an. Tidak hanya mampu menghafalnya, tetapi juga memahami artinya, menafsirkan kandungannya, dan mengamalkannya dalam kehidupan,” ungkapnya.

Syamsuni mengakui tugas yang diemban tidak ringan. Namun ia optimistis berbagai program LPTQ dapat berjalan dengan baik melalui sinergi antara pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh pengurus yang baru dilantik.

“Amanah dari Bapak Gubernur ini akan saya emban bersama seluruh pengurus. Berat memang, tetapi kita tidak berjalan sendiri. Ada Allah SWT, dukungan pemerintah, para ulama dan umara, serta masyarakat Bangka Belitung. Karena itu saya mohon doa dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar LPTQ Babel dapat menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Syamsuni berharap LPTQ Babel periode 2026-2030 dapat menjadi motor penggerak lahirnya generasi Qurani yang berprestasi sekaligus memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Bangka Belitung.

(RYO ESHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *