Hj. Susanti Saparudin, Bunda KB GENRE (KB Generasi Berencana)Tinjau Pelayanan KB MOW, Dorong Keluarga Berkualitas untuk Cegah Stunting

Kbrina.com, Pangkalpinang – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperkuat upaya pembangunan keluarga melalui pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi dalam rangka Pelayanan KB Serentak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di RSIA Dzakirah Pangkalpinang, Minggu (21/6/2026), mendapat perhatian khusus dari Hj. Susanti Saparudin, Bunda KB GENRE (KB Generasi Berencana) Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, SE, yang hadir bersama Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang Dr. Erwandy, SE., MM untuk meninjau langsung kondisi para akseptor pasca tindakan MOW.

Dalam kesempatan tersebut, Susanti menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas keluarga yang dibangun sejak hari ini.

“Keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas keluarga hari ini. Karena itu, pelayanan KB bukan sekadar agenda kesehatan, melainkan investasi strategis untuk membangun keluarga yang sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera,” ujar Susanti.

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah memasuki era bonus demografi yang menjadi peluang besar bagi kemajuan bangsa.

Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung oleh keluarga yang mampu melahirkan generasi sehat, cerdas, dan produktif.

Ia menilai program keluarga berencana memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan hak reproduksi pasangan usia subur sekaligus memastikan setiap anak lahir dalam kondisi yang direncanakan dan memperoleh pengasuhan yang optimal.

“Program KB memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting. Pengaturan jumlah dan jarak kelahiran membantu keluarga memberikan perhatian yang lebih optimal terhadap tumbuh kembang anak,” katanya.

Susanti juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, serta instansi terkait untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan mempercepat penurunan angka stunting di Pangkalpinang.

“Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu pembangunan manusianya harus kita siapkan bersama melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Dr. Erwandy, SE., MM, menjelaskan bahwa pelayanan KB MOW merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan akses layanan kontrasepsi jangka panjang yang aman, efektif, dan gratis bagi masyarakat.

Menurut Erwandy, seluruh biaya pelayanan ditanggung oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang sebagai bentuk dukungan terhadap program keluarga berencana yang berkelanjutan.

“Pelayanan MOW ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat yang telah memiliki jumlah anak sesuai rencana dan tidak ingin menambah kehamilan lagi. Semua biaya ditanggung pemerintah daerah sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan kali ini DP3AKB menargetkan 16 peserta. Namun hingga pelaksanaan berlangsung, sebanyak 11 akseptor telah mengikuti pelayanan tersebut.

“Ibu-ibu yang mengikuti pelayanan MOW hari ini adalah perempuan-perempuan hebat. Keputusan yang mereka ambil merupakan bentuk tanggung jawab dan cinta kepada keluarga, sekaligus investasi untuk masa depan anak-anak yang lebih baik,” katanya.

Erwandy menambahkan, MOW merupakan metode kontrasepsi permanen yang diperuntukkan bagi perempuan yang telah memiliki jumlah anak yang dianggap cukup. Melalui program tersebut, keluarga dapat merencanakan masa depan secara lebih matang sehingga kesejahteraan keluarga dan kualitas pengasuhan anak dapat semakin meningkat.

Pada kesempatan itu, DP3AKB juga menyampaikan apresiasi kepada pemilik RSIA Dzakirah, dr. H. Idil Fitri, Sp.OG, beserta seluruh dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan yang telah mendukung suksesnya pelayanan KB MOW.

Penghargaan serupa diberikan kepada para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta kader KB yang selama ini aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Melalui pelayanan KB serentak yang dipantau secara nasional tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat.

Dengan demikian, akan lahir keluarga-keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *