MUNTOK,KBRINA.COM – Dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari praktik-praktik ilegal, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok mengadakan pemeriksaan mendadak terhadap seluruh handphone atau gawai milik petugas keamanan Rutan.
Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga integritas dan profesionalisme petugas sekaligus mencegah keterlibatan dalam praktik judi online maupun pinjaman online.
Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly menegaskan langkah tersebut merupakan tindakan preventif untuk memastikan seluruh petugas bekerja secara profesional, akuntabel, bersih dan berakhlak.
“Saya tidak ingin ada oknum petugas yang terlibat pelanggaran hukum seperti judi online, itu sangat sangat merusak finansial dan mental,”ujar Karutan, Jumat (14/08/26).
Pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan di lingkungan Rutan Kelas IIB Muntok dan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Alex Rizki Wijaya, didampingi anggota PATNAL Rutan Kelas IIB Muntok.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Alex Rizki Wijaya mengatakan pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya tegas memastikan tidak ada pelanggaran, seperti Judi online maupun pinjaman online.
“Pemeriksaan hp petugas ini bukan sekedar pemeriksaan seperti biasanya, tetapi langkah konkret untuk menjaga nama baik institusi dan memastikan integritas para petugas tetap terjaga,”tegas Alex Wijaya.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan tetap dilakukan dengan mengedepankan sikap humanis dan menghormati privasi masing-masing petugas, sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pengawasan internal.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen jajaran Rutan Kelas IIB Muntok dalam melakukan pengawasan secara berkala terhadap petugas, khususnya dalam menjaga perilaku dan integritas aparatur pemasyarakatan.
Seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Rutan Kelas IIB Muntok memastikan kegiatan pengawasan serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, bersih dan berakhlak.

