Bawaslu Kunjungi PSI Babel, Arbi Leo Bicara 2029: PSI Babel Tak Mau Jadi Penonton

KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi. Namun bagi Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bangka Belitung Arbi Leo, persiapan politik tidak mengenal istilah terlalu dini.

Konsolidasi organisasi, penguatan struktur dan komunikasi dengan penyelenggara pemilu justru harus dilakukan jauh sebelum tahapan pemilu bergulir.

Sikap itu mengemuka saat Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kunjungan silaturahmi ke DPW PSI Babel melalui program SERASI (Silaturahmi Relasi Demokrasi), Rabu (26/8/2026).

Arbi Leo menerima langsung rombongan Ketua Bawaslu Babel EM Osykar bersama Anggota Bawaslu Babel Davitri. Pertemuan turut dihadiri Bendahara DPW PSI Babel Hendi Hidayat, serta Ketua DPD PSI Pangkalpinang, Bangka, Bangka Selatan dan Bangka Tengah.

Bagi Arbi, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Komunikasi antara partai politik dan Bawaslu dinilai penting untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan pemahaman aturan yang sama.

“Kami menyambut baik program SERASI ini. Bagi kami, komunikasi dengan Bawaslu harus dibangun sejak awal, bukan hanya ketika tahapan pemilu sudah dimulai. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap persoalan bisa dibicarakan dan diselesaikan sesuai aturan,” kata Arbi Leo.

Arbi menegaskan PSI Babel akan menjadikan masa sebelum Pemilu 2029 sebagai momentum memperkuat organisasi. Ia menyebut konsolidasi tidak cukup hanya dilakukan di tingkat provinsi, tetapi harus menyentuh struktur partai di kabupaten dan kota.

Langkah tersebut sejalan dengan konsolidasi PSI Babel yang sebelumnya dipimpin Arbi Leo bersama jajaran DPD untuk memperkuat struktur hingga tingkat bawah.

“Kami tidak ingin bekerja hanya ketika mendekati pemilu. Struktur harus kuat, kader harus memahami tugasnya dan komunikasi dengan masyarakat harus berjalan terus. Pemilu itu lima tahunan, tetapi kerja politik dan kerja pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan setiap saat,” ujarnya.

Arbi juga melihat perubahan komposisi pemilih sebagai tantangan utama partai politik pada 2029. KPU menyebut generasi muda—terutama Gen Z dan milenial—diproyeksikan mendominasi pemilih pada Pemilu 2029. Bahkan, KPU pada Agustus 2026 menyebut gabungan Generasi Alpha, Gen Z dan milenial diperkirakan mencapai sekitar 70 persen pemilih nasional.

Menurut Arbi, angka tersebut harus dibaca sebagai perubahan besar dalam cara partai berpolitik.

“Kalau pemilih muda semakin dominan, cara partai berkomunikasi juga harus berubah. Anak muda tidak cukup diberikan slogan. Mereka membutuhkan gagasan, ruang untuk berpartisipasi dan jawaban atas persoalan yang mereka hadapi,” katanya.

Ia menilai partai politik ke depan harus mampu meninggalkan pola komunikasi yang hanya muncul menjelang pemungutan suara.

“Politik jangan hanya hadir ketika meminta suara. Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi. Itu yang sedang kami bangun di PSI Babel,” tegas Arbi.

Bawaslu: SERASI Bukan Sekadar Silaturahmi

Dari sisi pengawasan, Ketua Bawaslu Babel EM Osykar menjelaskan program SERASI merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi kelembagaan dengan partai politik sekaligus menghimpun kritik dan masukan.

Bawaslu juga melakukan pengawasan terhadap pemutakhiran data partai politik, termasuk data kepengurusan, keanggotaan dan keberadaan sekretariat.

“Kegiatan ini bertujuan menghimpun informasi sekaligus menerima kritik dan masukan terkait penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Kami juga melakukan pengecekan terhadap pemutakhiran data partai politik,” ujar Osykar.

Program SERASI sendiri telah digunakan Bawaslu Babel untuk membangun komunikasi dengan partai politik di tingkat provinsi. Bawaslu sebelumnya menyatakan program tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Davitri menambahkan, Bawaslu terbuka terhadap masukan partai politik, baik berkaitan dengan regulasi maupun teknis penyelenggaraan pemilu.

“Kami meminta pandangan dan masukan terkait penyelenggaraan pemilu ke depan, baik dari sisi regulasi maupun teknis. Bawaslu sangat terbuka menerima kritik, saran maupun evaluasi,” kata Davitri.

PSI Babel: Data dan Struktur Jadi Modal

Data kepengurusan KPU menunjukkan Arbi Leo tercatat sebagai Ketua DPW PSI Babel, dengan Handy Hidayat sebagai bendahara berdasarkan SK kepengurusan nomor 165/SK/DPP/2026 tertanggal 16 April 2026. Data KPU juga mencatat struktur PSI di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Pangkalpinang, Bangka dan Bangka Tengah.

Bagi Arbi, pembenahan struktur dan validitas data bukan pekerjaan administratif semata. Keduanya merupakan fondasi bagi partai untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.

“Data harus rapi, struktur harus jelas dan kader harus bergerak. Kalau tiga hal itu kuat, partai akan lebih siap menghadapi setiap tahapan pemilu,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Bawaslu yang turun langsung membangun komunikasi dengan partai politik.

Menurut Arbi, demokrasi yang sehat membutuhkan hubungan yang proporsional antara partai politik dan penyelenggara pemilu: tidak saling mencurigai, tetapi tetap saling mengawasi sesuai kewenangan masing-masing.

“Kami ingin PSI menjadi partai yang terbuka terhadap pengawasan. Kalau ada yang salah, silakan dikoreksi. Kalau ada aturan yang belum kami pahami, mari dijelaskan. Yang paling penting, semuanya dilakukan untuk menjaga demokrasi,” ujar Arbi.

Pertemuan PSI Babel dan Bawaslu akhirnya menempatkan Pemilu 2029 bukan sekadar sebagai agenda elektoral, tetapi sebagai ujian bagi kesiapan partai menghadapi perubahan generasi pemilih.

Bagi Arbi Leo, pertarungan politik 2029 boleh jadi masih jauh. Tetapi pekerjaan politik untuk memenangkan kepercayaan masyarakat, menurutnya, harus dimulai hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *