Outing Class SD Negeri 29, Belajar Sejarah Timah dengan Cara yang Menyenangkan

KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Proses belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Bagi murid kelas 1 SD Negeri 29 Pangkalpinang, pembelajaran justru terasa lebih menyenangkan ketika mereka diajak melihat dan mengenal sejarah secara langsung melalui kegiatan outing class ke Museum Timah, Senin (7/8/2026)

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa. Didampingi para guru, murid diajak mengenal lebih dekat berbagai informasi mengenai sejarah pertimahan dan perjalanan industri timah di Bangka Belitung.

Suasana belajar pun berlangsung dengan penuh keceriaan. Rasa ingin tahu anak-anak terlihat ketika mereka mengamati berbagai koleksi dan informasi yang tersedia di museum.

Kegiatan outing class ini tidak sekadar menjadi agenda rekreasi, tetapi dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas wawasan dan pemahaman siswa terhadap materi yang selama ini mereka peroleh secara teori di sekolah.

Selain menambah pengetahuan, kegiatan di luar kelas juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial, menumbuhkan minat dan bakat, mencoba berbagai pengalaman baru, serta melatih kemandirian.

Interaksi bersama teman dan guru dalam suasana berbeda dari rutinitas sekolah juga diharapkan mampu memberikan pengalaman positif bagi perkembangan anak. Dari kegiatan sederhana seperti berjalan bersama, mendengarkan penjelasan, mengamati benda-benda bersejarah hingga berdiskusi, siswa belajar membangun rasa percaya diri, kepedulian dan empati.

Kepala SD Negeri 29 Pangkalpinang, Emran Indrawan menyampaikan bahwa kegiatan outing class merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan bagi siswa.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berpusat di dalam kelas. Melalui kunjungan ke Museum Timah, siswa dapat melihat langsung berbagai peninggalan sejarah sekaligus memahami materi pembelajaran dengan cara yang lebih nyata dan menyenangkan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap sejarah daerah, serta membentuk karakter anak agar lebih mandiri dan percaya diri,” ujar Emran

Salah satu murid kelas 1 SD Negeri 29, Achmad Eshaka, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, kunjungan ke museum memberikan pengalaman belajar yang tidak membosankan.

“Senang sekali bisa pergi ke Museum Timah bersama teman-teman dan guru. Di sana saya bisa melihat banyak benda dan belajar tentang timah. Ternyata belajar tidak hanya di kelas, di museum juga bisa belajar sambil jalan-jalan. Saya jadi tahu hal-hal baru dan ingin datang lagi ke museum,” ujar Achmad Eshaka dengan wajah ceria.

Keceriaan para siswa menjadi gambaran bahwa pembelajaran dapat dikemas melalui pengalaman langsung. Museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi yang mempertemukan teori dengan kenyataan.

Melalui kegiatan outing class seperti ini, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus memberi kesempatan kepada anak untuk tumbuh melalui pengalaman. Sebab, bagi siswa usia sekolah dasar, pengalaman melihat, merasakan dan mencoba secara langsung sering kali menjadi bagian penting dari proses memahami sebuah pengetahuan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi siswa untuk menikmati proses belajar dengan cara yang lebih santai, menyenangkan dan bermakna, tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *