KBRINA.COM, BANGKA BELITUNG – Gerakan Tani Muda Nusantara (Gertanusa Foundation) bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, terus mendorong pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan keterampilan dan kewirausahaan di sektor pertanian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Pemuda/i Bangka Belitung Berdaya dan Produktif yang dirangkaikan dengan penutupan Program Pelatihan TMT (Tailor Made Training) Batch 5, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengembangkan pertanian modern, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang usaha di bidang agribisnis. Program pelatihan TMT Batch 5 mencakup tiga bidang utama, yakni budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di tiga lokasi, budidaya tanaman kopi di satu lokasi, dan budidaya tanaman cabai di satu lokasi.
Melalui program tersebut, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis yang diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk mengembangkan usaha pertanian secara mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pertanian tidak lagi dipandang semata-mata sebagai sektor tradisional, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda.
Khusus dalam pelatihan budidaya sayuran hidroponik, peserta mendapatkan pendampingan dari instruktur pertanian, Rio Febriski dan Khoiri. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sistem hidroponik, proses penanaman, perawatan tanaman, hingga upaya menjaga kualitas hasil panen.
![]()
Sistem hidroponik menjadi salah satu alternatif pertanian modern yang memungkinkan pemanfaatan lahan secara lebih efisien. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi peserta untuk merintis usaha, baik dalam skala rumah tangga maupun komersial.
Ketua Umum Gertanusa Foundation, Rifki Habibi, yang akrab disapa Bung Habibi, menegaskan bahwa pelatihan keterampilan pertanian merupakan salah satu langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat regenerasi petani di Indonesia.
“Program TMT (Tailor Made Training) ini bukan sekadar pelatihan untuk mendapatkan sertifikat, tetapi merupakan langkah awal bagi para pemuda untuk menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan produktif. Kami ingin pemuda Bangka Belitung melihat pertanian sebagai peluang masa depan yang menjanjikan, bukan sebagai pilihan terakhir,” ujar Rifki Habibi.
Ia menjelaskan, pelatihan di bidang hidroponik, budidaya kopi, dan budidaya cabai dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam mengembangkan pengetahuan yang diperoleh menjadi usaha nyata.
![]()
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dikembangkan menjadi usaha nyata yang mampu meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Rifki menambahkan, Gertanusa Foundation akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas petani muda, membangun ekosistem pertanian yang produktif, serta melahirkan generasi muda yang mampu menjadi motor penggerak kemajuan pertanian Indonesia.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh peserta pelatihan. Sumartini Kurniawan, salah satu peserta yang mengikuti pelatihan budidaya sayuran hidroponik, mengaku memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan peluang usaha di bidang pertanian.
“Saya merasa bersyukur dapat mengikuti program pelatihan ini karena mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, khususnya dalam budidaya sayuran hidroponik. Melalui bimbingan instruktur, saya menjadi lebih memahami proses budidaya yang baik dan bagaimana teknik tersebut dapat diterapkan untuk menghasilkan sayuran yang berkualitas,” ungkap Sumartini Kurniawan
![]()
Ia berharap keterampilan yang diperolehnya dapat dipraktikkan dan dikembangkan menjadi usaha produktif. Martini juga berharap program pelatihan serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda yang memiliki keterampilan, berani memulai usaha, dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga.
Penutupan Program Pelatihan TMT (Tailor Made Training) Batch 5 bukan sekadar menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran, melainkan juga menjadi awal bagi para peserta untuk menerapkan keterampilan yang telah diperoleh. Ke depan, program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya petani muda yang inovatif, berjiwa wirausaha, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Sinergi antara Gertanusa Foundation, BPVP Belitung, Kementerian Ketenagakerjaan RI, instruktur, dan peserta menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan pertanian sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui semangat “Pemuda Berdaya, Pertanian Produktif, Masa Depan Lebih Baik,” Gertanusa Foundation menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan generasi muda demi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, baik di Bangka Belitung maupun di Indonesia.

