PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang menyiapkan bantuan sebanyak 5 ton beras untuk masyarakat kurang mampu dan pekerja rentan yang terdampak kabut asap. Bantuan tersebut ditargetkan mulai disalurkan paling lambat Selasa, 13 Oktober 2026.
Bantuan beras yang dihimpun hingga Sabtu sore, 10 Oktober 2026, berasal dari sumbangan sukarela Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas ASN terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak kabut asap.
Menurutnya, bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat kondisi udara yang memburuk.
“Bantuan ini mungkin kurang atau bahkan tidak cukup, namun upaya ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak, sembari melakukan segala upaya untuk mengurangi dampak kabut asap,” ujar Ratu Dewa.
Ia menjelaskan, sejumlah warga masih harus bekerja di luar ruangan meskipun kabut asap menyelimuti Kota Palembang. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas dan mata pencaharian mereka.
Kelompok masyarakat yang menjadi perhatian di antaranya tukang becak, pengemudi ojek online, serta pekerja informal lainnya yang bergantung pada penghasilan harian.
Ratu Dewa menegaskan, bantuan tersebut murni merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan, tanpa kepentingan tertentu.
Terkait kemungkinan adanya penilaian masyarakat bahwa kegiatan tersebut merupakan pencitraan, ia menyebut setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.
“Masyarakat berhak untuk berpendapat, kami hanya berupaya sebaik mungkin sebagai pelayan masyarakat,” tuturnya.
Pemkot Palembang berharap bantuan beras tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak, sembari pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak kabut asap di wilayah kota.