KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Kepedulian terhadap korban kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan, diwujudkan Perempuan Rakyat Indonesia (PeRI) Bangka Belitung melalui penyaluran bantuan kemanusiaan secara bertahap. Pada tahap awal, bantuan yang dikirim berupa pakaian layak pakai yang telah melalui proses laundry agar bersih dan siap digunakan.
Sebagai organisasi sayap perempuan Partai Rakyat Indonesia (PRI), PeRI menggalang bantuan untuk membantu warga yang terdampak kebakaran. Selain menyalurkan bantuan awal, organisasi tersebut tetap membuka donasi untuk memenuhi kebutuhan korban yang belum tertangani.
![]()
Ketua PeRI Bangka Belitung, Elya Farida, mengatakan bantuan awal berupa pakaian layak pakai dipersiapkan agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat yang kehilangan barang-barang kebutuhan sehari-hari akibat kebakaran.
“Bantuan kami salurkan secara bertahap sesuai kemampuan dan hasil penggalangan donasi. Untuk tahap awal, kami mengirimkan pakaian layak pakai yang sudah melalui proses laundry agar lebih bersih dan siap digunakan saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Elya.
Menurut dia, bantuan yang diberikan mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga. Namun, pihaknya berharap langkah tersebut dapat membantu meringankan beban korban sekaligus menggerakkan kepedulian masyarakat yang lebih luas.
“Kami ingin ikut hadir membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Bantuan ini mungkin tidak bisa menggantikan apa yang telah hilang, tetapi kami berharap bisa meringankan beban mereka. Yang terpenting, kepedulian ini terus berlanjut,” katanya.
![]()
Sri Kristin: Kepedulian Harus Diwujudkan dalam Tindakan
Ketua DPW Partai Rakyat Indonesia (PRI) Bangka Belitung, Sri Kristin Sutanegara, mengatakan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PeRI merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Sri Kristin, peran partai politik tidak hanya berkaitan dengan aktivitas politik dan penyaluran aspirasi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Ketika masyarakat tertimpa musibah, yang dibutuhkan adalah kepedulian dan kebersamaan. Kami mendukung langkah PeRI sebagai organisasi sayap perempuan PRI untuk ikut membantu warga terdampak kebakaran di Serdang. Bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan semangat gotong royong,” ujar Sri Kristin.
Ia mengatakan, penanganan dampak bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, masyarakat, komunitas, pelaku usaha, dan organisasi sosial diharapkan dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu. Tidak harus menunggu bantuan dalam jumlah besar. Jika dilakukan secara bersama-sama, berbagai bentuk kepedulian dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak,” katanya.
Sri Kristin juga berharap penggalangan donasi yang dilakukan PeRI dapat terus berjalan sehingga bantuan berikutnya bisa disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
![]()
Open Donasi Tetap Dibuka
Sementara itu, Elya Farida menegaskan bahwa penggalangan donasi masih berlangsung. PeRI membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan berupa uang tunai, pakaian layak pakai, makanan bayi, serta sembako dan kebutuhan pokok lainnya.
Bantuan akan dihimpun dan disalurkan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan donasi serta kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kami masih membuka donasi karena kebutuhan warga tidak selesai hanya dengan satu kali penyaluran. Kami mengajak masyarakat untuk berbagi sesuai kemampuan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” tegas Elya.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi Elya Farida di nomor 0853-6649-7999.
PeRI berharap dukungan masyarakat dapat memperluas jangkauan bantuan sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Ratusan Rumah Terdampak Kebakaran
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan, berdampak luas terhadap permukiman warga.
Berdasarkan data sementara BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilaporkan pada 11 Oktober 2026, sekitar 600 rumah terdampak, dengan sekitar 600 kepala keluarga atau 2.400 jiwa. Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan pendataan.
Besarnya dampak kebakaran membuat kebutuhan bantuan kemanusiaan menjadi perhatian berbagai pihak. Selain pangan, warga terdampak membutuhkan pakaian, perlengkapan bayi, serta berbagai kebutuhan dasar untuk menjalani masa darurat.
Melalui penyaluran bantuan awal dan penggalangan donasi yang masih berlanjut, PeRI bersama PRI berharap dapat ikut mendorong solidaritas masyarakat bagi warga Serdang.
“Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu. Kita mungkin tidak bisa mengembalikan apa yang telah hilang akibat kebakaran, tetapi kita bisa bergandengan tangan agar warga terdampak tidak menghadapi masa sulit ini sendirian,” tutup Elya.

