Kbrina.com, Pangkalpinang — Akses layanan keluarga berencana (KB) bagi pria di Pangkalpinang kini semakin terbuka. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan program Metode Operasi Pria (MOP) gratis yang digelar BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang dan RSUD Kota Pangkalpinang.
Program yang berlangsung pada 16 April 2026 di RSUD Kota Pangkalpinang ini menyasar masyarakat yang ingin menggunakan metode kontrasepsi permanen. Tidak hanya tindakan medis, peserta juga mendapatkan edukasi komprehensif terkait prosedur serta manfaat jangka panjang dari MOP.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan pentingnya keterlibatan laki-laki dalam program KB sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas hidup keluarga. Menurutnya, perencanaan keluarga yang matang akan berdampak langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pelayanan KB MOP ini bukan hanya memberi manfaat bagi peserta langsung, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perencanaan keluarga yang lebih sehat dan terarah. Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur RSUD Kota Pangkalpinang, dr. Muhammad Thamrin, memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar medis yang ketat. Ia menegaskan komitmen rumah sakit dalam menjamin keamanan dan kenyamanan peserta.
“Kami memastikan setiap tindakan berjalan sesuai protokol medis. Pelayanan terbaik menjadi prioritas kami bagi masyarakat yang mengikuti program ini,” katanya.
Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa, menilai layanan MOP sebagai alternatif penting dalam memperluas pilihan kontrasepsi. Ia mendorong masyarakat untuk lebih terbuka terhadap berbagai metode KB yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.
“Melalui layanan ini, kami berharap masyarakat dapat merencanakan jumlah anak secara bijak dan sesuai kondisi masing-masing,” jelasnya.
Senada dengan itu, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Pangkalpinang yang juga menjabat Kepala DP3AKB, Agustu Afendi, menekankan pentingnya keberlanjutan program serta kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
“Pelayanan KB MOP merupakan bagian dari upaya mewujudkan keluarga sejahtera. Akses yang mudah akan menjadi kunci peningkatan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini diikuti oleh empat peserta dari berbagai kelurahan di Pangkalpinang. Meski jumlahnya masih terbatas, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga yang melibatkan peran laki-laki.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat diperluas ke seluruh wilayah Bangka Belitung sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas keluarga melalui layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.
