Ketua TP Posyandu Pangkalpinang Perkuat Transformasi 119 Posyandu, Dorong Sinergi Lawan AIDS, TB dan Malaria

KBRINA.COM, PANGKALPINANG – Transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) terus diperkuat di Kota Pangkalpinang. Hingga saat ini, sebanyak 119 Posyandu di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut telah menjalankan transformasi layanan yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, S.E, saat membuka Rapat Koordinasi TP Posyandu dan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria bagi kader Posyandu se-Kota Pangkalpinang di Balai Besar Betason, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Susanti menegaskan bahwa Posyandu tidak lagi hanya berperan sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang mendukung berbagai program pembangunan daerah.

“Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya berbasis masyarakat yang memiliki jangkauan paling luas. Karena itu, penguatan kelembagaan Posyandu menjadi sangat penting agar mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Susanti, tantangan kesehatan masyarakat saat ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi dan deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan, termasuk penanggulangan AIDS, TB, dan malaria.

Ia menjelaskan, terdapat empat peran utama Posyandu dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, yakni mobilisasi sosial, edukasi dan penyuluhan, koordinasi lintas sektor, serta monitoring, evaluasi dan advokasi.

“Melalui kader yang terlatih, Posyandu dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan deteksi dini gejala penyakit, sekaligus mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan layanan kesehatan yang tepat,” katanya.

Lebih lanjut, Susanti menilai keberhasilan implementasi Posyandu 6 SPM memerlukan dukungan penuh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat. Integrasi program Posyandu ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaan Posyandu 6 SPM di lapangan. Karena itu, rapat koordinasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.

“Kami berharap seluruh TP Posyandu tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan dapat terus bersinergi melakukan monitoring dan evaluasi kelembagaan Posyandu. Sementara OPD terkait diharapkan mampu beradaptasi dan bertransformasi agar implementasi Posyandu 6 SPM berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menjadi ajang koordinasi, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan AIDS, TB, dan malaria yang hingga kini masih menjadi perhatian nasional.

Dengan penguatan kapasitas kader dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis Posyandu akan semakin berperan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat serta menjadi instrumen penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Bunga melati tumbuh di taman,
Harum semerbak sepanjang waktu.
Mari tingkatkan pelayanan dan kepedulian,
Posyandu kuat, masyarakat maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *