BAZNAS Babel Gandeng ISB Atma Luhur Bentuk UPZ Kampus, Dana ZIS Diprioritaskan untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Kbrina.com, Pangkalpinang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperluas jaringan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan menggandeng kalangan perguruan tinggi. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan kampus.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan di Ruang Rapat Pascasarjana ISB Atma Luhur, Pangkalpinang, Selasa (7/7/2026). Selain membahas mekanisme pembentukan UPZ, kedua pihak juga menyusun skema pengelolaan dana ZIS agar dapat memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa yang membutuhkan.

Wakil Rektor III ISB Atma Luhur, Yurindra, mengatakan pihak kampus menyambut positif inisiatif BAZNAS. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar membangun sistem penghimpunan zakat di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada mahasiswa.

“Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, terutama bagi sivitas akademika dan masyarakat yang membutuhkan. Kampus memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun semangat berbagi dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyadi, menjelaskan pembentukan UPZ kampus merupakan bagian dari strategi memperluas penghimpunan ZIS secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia menegaskan, dana zakat, infak, dan sedekah yang nantinya dihimpun dari lingkungan ISB Atma Luhur akan dikelola sesuai syariat Islam dan ketentuan perundang-undangan. Pemanfaatannya pun diprioritaskan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan melalui berbagai program pendidikan maupun bantuan sosial.

“Harapan kami, zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari sivitas akademika ISB Atma Luhur dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa yang membutuhkan. Dengan begitu, budaya gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan kampus akan semakin kuat,” kata Mulyadi.

BAZNAS Babel menilai keberadaan UPZ di perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat penghimpunan dana ZIS, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Melalui sinergi ini, BAZNAS berharap semakin banyak institusi pendidikan di Bangka Belitung yang bergabung dalam pengelolaan zakat secara terintegrasi. Kehadiran UPZ di kampus diyakini mampu memperkuat budaya berbagi sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat.

Kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan ISB Atma Luhur pun diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat yang amanah, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mahasiswa serta masyarakat di Bangka Belitung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *