MENTOK,KBRINA.COM – Sejumlah warga Dusun Kadur, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, menyampaikan pandangan mereka terkait aktivitas pertambangan timah yang berlangsung di wilayah tersebut, Senin (17/08/26).
Puluhan Ibu-Ibu berkumpul dan menyampaikan keterangan mengenai kondisi serta aktivitas pertambangan di kawasan Dusun Kadur.
Kegiatan pertambangan timah di kawasan Kadur disebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitar lokasi. Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih sulit, aktivitas tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan bagi sejumlah keluarga dan ibu-ibu di lingkungan sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 66 kepala keluarga (KK) mendapatkan bantuan ekonomi sebesar Rp600 ribu per minggu untuk setiap KK dari aktivitas tambang timah tersebut.
Selain itu, sekitar 40 orang ibu-ibu yang bekerja sebagai reman juga memperoleh penghasilan tambahan untuk keluarga dirumah. Penghasilan tersebut dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Bu Ara, salah satu perwakilan Ibu Ibu Reman, saat di temui awak media di Lokasi Tambang, ia mengatakan perekonomian warga terbantu dengan aktivitas tambang timah ini.
“Kami semua terbantu untuk perekonomian, semua penailing disini mendapatkan kompensasi,” ujar Bu Ara.
Ia juga mengatakan persoalan debu yang di beritakan di beberapa media online, semua rumah yang terdampak mendapatkan kompensasi, jadi tidak ada warga yang komplain terkait persoalan itu.
“Masalah debu, pernah saya ada baca di salah satu media online, katanya debu beterbangan siang malam, semua rumah yang terdampak masalah debu itu mendapatkan kompensasi perminggu, jadi tidak ada warga yang komplain,” ucap Bu Ara.
Ibu lainnya juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, penghasilan yang diperoleh setiap hari dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari membeli kebutuhan dapur hingga membantu biaya pendidikan anak.
“Kalau tidak ada pekerjaan seperti ini, kami juga bingung mencari tambahan penghasilan. Kami berharap kegiatan ini tetap memperhatikan masyarakat sekitar dan tidak merugikan lingkungan,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, lokasi aktivitas pertambangan tersebut berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL).
Masyarakat berharap aktivitas ekonomi yang berlangsung di kawasan tersebut dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi warga sekitar.
Bagi warga, keberadaan aktivitas pertambangan bukan semata-mata mengenai hasil tambang, tetapi juga menyangkut adanya perputaran ekonomi dan kesempatan masyarakat untuk memperoleh penghasilan di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

