KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Ada yang tertawa riang. Ada yang melambaikan tangan dengan penuh percaya diri. Namun, ada pula yang mulai menangis karena kelelahan dan kepanasan.
Begitulah potret kepolosan ribuan anak-anak PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang mengikuti pawai karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota (HJT) Pangkalpinang.
Di bawah terik matahari, mereka tetap berjalan bersama rombongan sekolah masing-masing. Mengenakan beragam kostum yang unik dan penuh warna, anak-anak itu menjadi pusat perhatian sepanjang perjalanan karnaval.
Sebanyak 84 satuan pendidikan dengan sekitar 4.800 murid PAUD dan TK se-Kota Pangkalpinang ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sejak pagi, halaman Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang telah dipenuhi wajah-wajah polos yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraan.
Ada yang tampil dengan kostum profesi. Ada pula yang mengenakan pakaian adat dan berbagai busana kreatif lainnya. Sebagian terlihat begitu bangga dengan kostum yang mereka kenakan, seolah sedang menjadi tokoh utama dalam sebuah panggung besar.
Namun, perjalanan panjang di tengah cuaca panas tentu menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak seusia mereka.
Beberapa anak mulai terlihat kelelahan. Ada yang menangis karena kepanasan, ada pula yang harus digandeng dan ditenangkan oleh guru maupun orang tua yang mendampingi.
Tetapi tangisan itu tidak menghapus keceriaan hari tersebut.
Di sisi lain, masih banyak anak yang justru menikmati perjalanan. Mereka tertawa, bercanda dengan teman-temannya, melambaikan tangan kepada warga, bahkan tetap bersemangat berjalan meski keringat mulai membasahi wajah.
Pemandangan itulah yang membuat Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, SE, merasa terharu sekaligus bangga melihat semangat anak-anak.
Menurut Susanti, kebahagiaan yang terpancar dari wajah polos anak-anak merupakan kebahagiaan bersama.
“Hari ini luar biasa. Kegembiraan anak-anak adalah kebahagiaan kita semua,” ujar Susanti.
Ia mengaku bangga melihat ribuan anak tetap antusias mengikuti karnaval dengan segala kepolosan dan tingkah menggemaskan mereka. Bagi Susanti, di balik langkah-langkah kecil itu tersimpan harapan besar bagi masa depan.
“Mereka luar biasa. Anak-anak hebat. Mereka adalah calon pemimpin masa depan,” katanya.
Susanti berharap anak-anak yang hari ini masih berjalan dalam barisan karnaval dengan mengenakan kostum warna-warni itu kelak tumbuh menjadi generasi yang membanggakan.
“Harapan kita ke depan, mereka akan menjadi anak-anak hebat, pemimpin-pemimpin hebat yang akan membanggakan orang tua dan negara. Amin,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, mengapresiasi tingginya partisipasi satuan pendidikan dalam memeriahkan HJT Pangkalpinang.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini sebanyak 84 satuan pendidikan dengan lebih kurang 4.800 murid TK dan PAUD se-Kota Pangkalpinang turut berpartisipasi memeriahkan Hari Jadi Kota Pangkalpinang,” ujar Darwin.
Menurutnya, kegiatan seperti karnaval bukan hanya tentang kemeriahan perayaan. Lebih dari itu, menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar tampil, membangun keberanian, serta menunjukkan bakat dan kreativitas sejak usia dini.
“Hari ini menunjukkan bahwa anak-anak kita sejak usia dini sudah mampu menunjukkan potensi dan bakatnya. Untuk itu, marilah kita beri apresiasi serta tepuk tangan yang meriah untuk seluruh peserta,” katanya.
Pelepasan peserta karnaval dipusatkan di halaman Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang. Susanti bersama Darwin secara resmi membuka dan melepas barisan kontingen PAUD dan TK dengan mengucapkan basmalah.
Turut hadir perwakilan jajaran Polres Pangkalpinang, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Bunda PAUD kecamatan, serta perwakilan Bank Sumsel Babel Syariah dan Bank Mandiri.
Di tengah panasnya cuaca dan langkah-langkah kecil yang mulai melelahkan, anak-anak itu terus berjalan.
Sebagian mungkin akan mengingat hari itu sebagai pengalaman pertama mengikuti karnaval. Sebagian lainnya mungkin hanya akan mengingat kostum yang mereka kenakan, teman-teman yang berjalan di sampingnya, atau rasa lelah setelah perjalanan panjang.
Namun bagi orang dewasa yang menyaksikannya, ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar pawai.
Di balik tawa, tangisan, dan kepolosan ribuan anak itu, tersimpan harapan tentang masa depan. Bahwa dari langkah-langkah kecil mereka hari ini, suatu saat nanti mungkin akan lahir orang-orang besar yang membawa kebanggaan bagi Pangkalpinang, Bangka Belitung, dan Indonesia.

