Dinilai Tak Sejalan Pascaputusan MK, Areng Permana Mundur dari Ketua For Gibran Babel

KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Areng Permana resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Forum Relawan Gibran (For Gibran) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Keputusan tersebut diambil menyusul dinamika politik nasional pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dinilainya tidak lagi sejalan dengan prinsip dan nilai perjuangan yang selama ini menjadi landasan dukungannya.

Pengunduran diri itu disampaikan Areng sebagai bentuk sikap pribadi sekaligus pertanggungjawaban moral terhadap masyarakat Bangka Belitung yang sebelumnya turut memberikan dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka, Rabu (4/11/2026).

Dalam pernyataan resminya di Pangkalpinang, Areng menegaskan, keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang, terutama menyangkut integritas, etika bernegara, dan kepatuhan terhadap konstitusi.

“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanpa ragu. Melihat perkembangan konstelasi politik nasional saat ini, saya menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah tidak sejalan dengan prinsip yang saya pegang setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi. Hal ini juga mencederai amanah masyarakat. Secara pribadi dan dari sisi integritas moral, saya tidak dapat lagi menerima beliau sebagai pemimpin di tingkat nasional,” tegas Areng.

Dia menjelaskan, keterlibatannya dalam gerakan For Gibran sebelumnya dilandasi harapan menghadirkan kepemimpinan yang taat asas, menghormati konstitusi, serta mampu membawa aspirasi perubahan bagi masyarakat.

Namun, perkembangan politik nasional, termasuk putusan MK dan dinamika yang mengikutinya, membuat dirinya mempertanyakan kembali arah perjuangan tersebut.

Atas dasar itu, Areng memutuskan melepaskan seluruh tanggung jawab dan kewenangannya sebagai Ketua For Gibran Babel. Selanjutnya, keberlanjutan organisasi diserahkan kepada jajaran pengurus pusat.

Selain menyatakan mundur, Areng juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Bangka Belitung yang sebelumnya telah memberikan dukungan.

“Mandat organisasi saya serahkan kepada kepemimpinan pusat. Saya juga memohon maaf kepada masyarakat Bangka Belitung yang dahulu telah bersedia mendukung Gibran. Saya menghargai kepercayaan yang pernah diberikan,” ujarnya.

Areng menegaskan, pengunduran dirinya dari organisasi relawan tidak berarti menghentikan perjuangannya dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

Dia mengaku tetap berkomitmen mengawal persoalan kerakyatan dan demokrasi di Bangka Belitung, meski ke depan akan mengambil sikap melalui jalur independen tanpa membawa atribut organisasi relawan.

“Perjuangan menyuarakan kebenaran dan membela hak-hak masyarakat Babel tidak berhenti di sini. Tanpa sekat organisasi relawan, kita justru memiliki ruang lebih merdeka untuk bersikap kritis demi kebaikan bangsa,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari jajaran pengurus pusat For Gibran terkait pengunduran diri Areng Permana maupun langkah organisasi selanjutnya, termasuk kemungkinan penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua For Gibran Babel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *