Gambar 1

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7

Festival Kampung Bintang 2026 Dorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif dan UMKM Kuliner Halal di Pangkalpinang

IMG20260403164932
IMG-20260403-WA0325

Kbrina com, Pangkalpinang — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata kembali mendorong geliat ekonomi kreatif masyarakat lewat penyelenggaraan Festival Kampung Bintang 2026 di Kelurahan Bintang, Kecamatan Rangkui, pada 3–5 April 2026, dan dibuka pada Jumat (3/4/2026),

Festival yang dipusatkan di kawasan Kampung Bintang itu tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Wakil Wali Kota Pangkalpinang,Dessy Ayutrisna, mengatakan Festival Kampung Bintang yang berlangsung pada 3–5 April 2026 diharapkan mampu berkembang menjadi agenda berskala nasional.

Menurut Dessy, tema “Menjaga Tradisi, Merajut Kebersamaan” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam merawat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat

“Kita berharap Festival Kampung Bintang ini ke depan bisa menjadi event nasional. Dengan tema menjaga tradisi dan merajut kebersamaan, masyarakat yang datang untuk berziarah juga dapat merasakan suasana yang membahagiakan melalui berbagai kegiatan yang disiapkan,” ujar Dessy.

Ia mengatakan momentum Ceng Beng yang selama ini identik dengan tradisi ziarah kubur dapat dipadukan dengan kegiatan ekonomi kreatif dan wisata budaya, sehingga memberi pengalaman yang lebih luas bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Selain itu, kehadiran Bazar Kuliner Chinese Halal dinilai menjadi daya tarik tersendiri. Menurut Dessy, masyarakat tidak hanya dapat menikmati rangkaian seni dan budaya, tetapi juga berkesempatan mencicipi beragam makanan Chinese halal yang disiapkan pelaku UMKM lokal.

“Kami ingin seluruh masyarakat Pangkalpinang dapat menikmati festival ini. Ada nilai budaya, ada kebersamaan, dan ada peluang ekonomi bagi pelaku UMKM melalui kuliner Chinese halal yang disajikan,” katanya.

Dessy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kampung Bintang yang telah mendukung penyelenggaraan festival perdana tersebut. Ia mengakui selama kegiatan berlangsung mungkin terdapat gangguan aktivitas bagi warga sekitar, namun hal itu dinilai sebagai bagian dari proses membangun sebuah agenda besar untuk kota.

“Mungkin ada sedikit ketidaknyamanan karena ini tahun pertama. Namun kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dan memohon maaf apabila ada hal-hal yang mengganggu. Ini merupakan langkah awal agar Pangkalpinang memiliki event unggulan yang dapat dibanggakan bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, Dessy menilai Festival Kampung Bintang menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam memperkuat citra kota toleransi.

“Kita ingin Kota Pangkalpinang benar-benar dikenal sebagai kota toleransi. Melalui festival ini, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul, menjaga tradisi, dan merajut kebersamaan,” tutupnya.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma Mustikasari menilai konsep bazar kuliner halal bernuansa budaya Tionghoa tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar UMKM sekaligus memperkuat identitas wisata kuliner Pangkalpinang.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara budaya, pariwisata dan ekonomi rakyat. Kehadiran bazar Chinese halal diharapkan mampu memberi peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ratusan pelaku UMKM ambil bagian dalam bazar tersebut. Produk yang ditampilkan tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif khas Bangka Belitung.

Penyelenggara menargetkan Festival Kampung Bintang menjadi etalase ekonomi kreatif Kota Pangkalpinang, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat selama tiga hari pelaksanaan. Dengan rangkaian hiburan, perlombaan dan pertunjukan budaya, arus pengunjung diprediksi berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi warga.

Pada hari pertama, Jumat (3/4/2026), festival dibuka dengan penampilan barongsai Kong Chiang, parade nusantara, tabuh gong, hingga kunjungan ke stan-stan UMKM. Kunjungan tersebut akan diiringi kolaborasi seni Balijonk Art Fashion dan Buday 2025, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.

Malam harinya, panggung hiburan diisi pertunjukan Taichi Aidity Babel, The Fella’s Band, serta Wita Band Pangkalpinang. Kehadiran hiburan malam diperkirakan akan memperpanjang durasi kunjungan masyarakat ke area festival, sehingga transaksi UMKM dapat berlangsung lebih lama.

Pada Sabtu (4/4/2026), kegiatan diawali dengan Ceng Beng Cup di Girimaya Golf, dilanjutkan penampilan drumband, dambus rampai bunyi, story telling cerita rakyat Bangka Belitung, rentak serumpun, hingga lomba line dance.

Malam puncak festival digelar mulai pukul 19.00 WIB dengan registrasi undangan, pembukaan oleh pembawa acara, penampilan Wushu Ronin, hiburan musik, serta sambutan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Wali Kota Pangkalpinang.

Momentum tersebut dinilai penting untuk mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu pada Minggu (5/4/2026), kegiatan difokuskan pada perlombaan dan partisipasi masyarakat. Di antaranya barongsai, drama musikal Ronin, lomba fashion show kategori TK/SD hingga SMP, SMA, SMK, mahasiswa dan umum.

Penyelenggara juga menyiapkan sesi karaoke bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Selain mendorong penjualan produk, festival ini juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif. Para pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan merek, menjaring pelanggan baru, hingga membuka peluang kerja sama usaha.

Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat, Festival Kampung Bintang 2026 diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan memadukan wisata, seni dan kuliner, Pangkalpinang berupaya membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *