KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Pendidikan anak usia dini (PAUD) membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, sekaligus mampu menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Pesan itu mengemuka dalam Grand Final Lomba Gerak Lagu KICAU (Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini) Kota Pangkalpinang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang digelar di Taman Wilhelmina, Kota Pangkalpinang, tersebut menjadi ruang bagi para pendidik dan finalis untuk mengeksplorasi kreativitas melalui gerak dan lagu sebagai media pembelajaran anak usia dini.
Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, SE, mengatakan kegiatan KICAU bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan model pembelajaran PAUD yang kreatif, edukatif, inklusif, dan menyenangkan.
“Atas nama Pokja Bunda PAUD dan selaku Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyukseskan kegiatan ini,” ujar Susanti.
Menurutnya, masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter, kecerdasan emosional, serta kemampuan motorik anak. Karena itu, proses pembelajaran harus dikemas dengan metode yang sesuai dengan dunia anak.
Salah satu pendekatan yang dinilai efektif, kata Susanti, adalah pembelajaran melalui lagu dan gerakan.
“Melalui lagu pembelajaran yang edukatif, nilai-nilai moral, kebiasaan hidup sehat, serta rasa cinta tanah air dapat ditanamkan sejak dini secara alami dan tanpa paksaan,” katanya.
Ia menilai Lomba Gerak Lagu KICAU memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi panggung unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi wadah bagi para pendidik untuk mencurahkan gagasan dan inovasi dalam menciptakan pembelajaran yang dekat dengan karakter anak.
“Ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan. Ini adalah wadah eksplorasi, tempat mencurahkan kasih sayang dan kreativitas, sekaligus wujud nyata dedikasi kita dalam menghadirkan pembelajaran PAUD yang menyenangkan,” tutur Susanti.
Dalam kesempatan tersebut, Susanti juga memberikan apresiasi kepada 20 finalis yang berhasil melaju hingga babak Grand Final. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya dedikasi dan kepedulian para peserta terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Enam TK Raih Predikat Terbaik
Grand Final Lomba Gerak Lagu KICAU kemudian menetapkan enam peserta sebagai peraih penghargaan. Persaingan berlangsung dalam suasana penuh kreativitas dan semangat dari para peserta.
![]()
Berikut daftar peraih penghargaan:
– Juara Harapan 3: TK Santo Paulus
– Juara Harapan 2: TK Pembina 1
– Juara Harapan 1: TK Pertiwi
– Juara 3: TK Theresia 1
– Juara 2: TK Pembina 4
– Juara 1: TK Pembina 2
Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas para pendidik dan peserta dalam mengembangkan gerak serta lagu sebagai media pembelajaran anak usia dini.
Susanti berharap momentum Grand Final KICAU tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi antarpelaku pendidikan PAUD di Kota Pangkalpinang.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat silaturahmi, saling menginspirasi, dan terus bergandengan tangan mewujudkan layanan PAUD Kota Pangkalpinang yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan,” katanya.
Grand Final tersebut turut dihadiri Direktur GTK PAUD dan PNF beserta jajaran, para kepala OPD, Bunda PAUD kecamatan, panitia pelaksana, serta jajaran dewan juri yang terdiri dari Ria Enes, Elsa Sigar, dan Dadang Dwi Septian.
Susanti secara resmi membuka Grand Final Lomba Gerak Lagu KICAU dengan harapan kegiatan tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan pendidikan anak usia dini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi emas Indonesia.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan bagi kita semua dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan generasi emas Indonesia,” pungkasnya.

