Harapan di Pasar Girimaya: Pedagang dan Warga Yakin Prof. Udin–Cece Dessy Bawa Perubahan Nyata

Pangkalpinang — Pagi itu, suasana Pasar Haiming, Girimaya, terasa sedikit berbeda. Di antara deretan lapak sayur dan sembako, hadir sosok yang sudah tak asing bagi warga Pangkalpinang — Saparudin, yang akrab disapa Prof. Udin, datang menyapa para pedagang dengan senyum dan sapaan hangat.

Tak sendiri, Prof. Udin hadir didampingi sejumlah pengurus PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang, dalam rangka mendengarkan langsung denyut kehidupan pasar yang menjadi urat nadi ekonomi warga.

“Pagi ini kita turun langsung menyapa masyarakat dan pedagang. Alhamdulillah, sambutan mereka luar biasa. Banyak harapan dan cerita yang mereka titipkan,” ujar Prof. Udin, Senin (21/7/2025).

Di tengah aroma rempah dan tumpukan sayuran segar, para pedagang mencurahkan keluhan soal pasar yang kurang terurus. Persoalan sampah, minimnya fasilitas pendukung, hingga kekhawatiran akan harga kebutuhan pokok yang terus naik, menjadi bahasan hangat pagi itu.

“Pasar ini butuh perhatian. Kami cuma ingin jualan di tempat yang bersih dan nyaman,” ucap Pak Ali, salah satu pedagang sayur yang sehari-hari mangkal sejak subuh.

Ali juga berharap harga sembako bisa dikendalikan. “Kalau beras dan sayur mahal, kami yang susah jual. Pembeli juga makin sepi. Kalau Prof. Udin jadi wali kota, semoga ada solusi nyata,” ungkapnya, dengan tatapan penuh harap.

Tak hanya pedagang, warga sekitar juga menyambut hangat kehadiran Prof. Udin dan pasangannya, Cece Dessy — panggilan akrab Dessy Ayutrisna, calon Wakil Wali Kota. Kehadiran mereka dinilai bukan sekadar safari politik, melainkan wujud kepedulian terhadap kehidupan rakyat kecil.

“Prof. Udin dan Cece Dessy ini bukan orang baru. Kami kenal mereka. Bukan janji manis saja, tapi memang kerja nyata,” tutur Aling, warga Girimaya, yang rela menunda belanja demi bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Menurutnya, pasangan ini adalah harapan baru bagi Pangkalpinang. “Kami butuh pemimpin yang peduli, bukan yang datang hanya saat pemilu. Dan kami yakin Prof. Udin dan Bu Dessy bisa wujudkan perubahan,” katanya.

Warga dan pedagang seakan satu suara: mereka mendambakan pasar yang lebih tertata, harga sembako yang stabil, dan pemerintah yang benar-benar hadir dalam kehidupan mereka. Di tengah segala keterbatasan, mereka menggantungkan harapan kepada pemimpin yang mau mendengar, turun langsung, dan bekerja nyata.

Dan pagi itu di Pasar Haiming, harapan itu bernama Prof. Udin dan Cece Dessy.

 

(kbrina.com | Esha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *