KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang memastikan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Iduladha dalam kondisi aman. Kepastian tersebut diperoleh setelah Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, bersama sejumlah unsur terkait meninjau langsung gudang Bulog dan kondisi pasokan pangan di Kota Pangkalpinang, Rabu (20/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dessy didampingi Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Pertanian, serta Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang.
Dari hasil peninjauan, stok beras dan minyak goreng yang tersimpan di gudang Bulog terlihat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha hingga beberapa bulan ke depan. Tumpukan karung beras dan karton minyak goreng yang memenuhi gudang menjadi indikator kuat bahwa pasokan pangan daerah dalam kondisi terkendali.
Dessy mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan rutin pemerintah guna memastikan ketersediaan dan kualitas bahan pangan strategis bagi masyarakat.
“Pemerintah ingin memastikan stok pangan aman dan siap didistribusikan. Selain itu, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Pangkalpinang,” ujar Dessy.
Ia menjelaskan, Kota Pangkalpinang memperoleh alokasi bantuan pangan sebanyak 440 ton beras dan minyak goreng. Saat ini proses penyaluran telah dimulai dan difokuskan untuk masyarakat di Kecamatan Gabek sebelum dilanjutkan ke wilayah lainnya.
“Bantuan dari Bulog ini diberikan secara gratis kepada masyarakat penerima manfaat,” katanya.
Menurut Dessy, program bantuan pangan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran sehingga laju inflasi tetap terkendali.
Ia mengungkapkan, keberhasilan Pangkalpinang menempati peringkat kedua terbaik dalam pengendalian inflasi dari 96 kota di Indonesia merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah daerah, serta instansi terkait.
“Ini berkat kerja sama dan sinergi seluruh pihak dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan di daerah,” ungkapnya.
Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional, Dessy menegaskan kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum memberikan dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.
“Secara umum kondisi harga bahan pokok masih relatif stabil dan terkendali,” pungkasnya.
