Kbrina.com, Pangkalpinang — Semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap budaya Nusantara mewarnai Pagelaran Seni Budaya Nusantara yang digelar Paguyuban TK Negeri Pembina Kota Pangkalpinang, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut mengusung tema “Bermain, Belajar, dan Berkarya untuk Negeri, Dilandasi Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Beragam penampilan seni dan budaya ditampilkan anak-anak TK Negeri Pembina. Mengenakan busana bernuansa tradisional, anak-anak tampil penuh percaya diri di hadapan para guru, orang tua dan tamu undangan.
Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, SE., mengatakan peringatan HAN dan HUT RI menjadi momentum penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar dapat bermain, belajar dan berkarya dalam suasana penuh kegembiraan.
“Melalui seni dan budaya, kita tanamkan rasa percaya diri, kreativitas, karakter serta kecintaan terhadap budaya Nusantara sejak usia dini,” ujar Susanti.
Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus yang kelak menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, sehat dan penuh kasih sayang.
Susanti juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, guru dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami berharap sinergi antara sekolah, guru dan orang tua terus diperkuat, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan siap menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Pagelaran seni tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi anak-anak. Melalui kegiatan seni, mereka belajar mengenal keberagaman budaya Indonesia sekaligus membangun keberanian untuk tampil di depan umum.
Bagi anak usia dini, pengalaman tampil di atas panggung memiliki nilai tersendiri. Anak belajar mempersiapkan diri, mengikuti arahan, bekerja sama dengan teman, menghargai penampilan orang lain dan berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Semangat kemerdekaan diperkenalkan kepada anak melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka, yakni bermain, berkarya dan berekspresi.
![]()
Selain itu, pengenalan seni dan budaya Nusantara diharapkan dapat memperkuat identitas anak sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan budaya dan keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan kepada tujuh Kepala Sekolah TK Negeri Pembina di Pangkalpinang, para guru, tenaga kependidikan serta seluruh orang tua yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pendidikan anak tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah. Keluarga memiliki peran besar dalam memberikan keteladanan dan menciptakan suasana yang mendukung perkembangan karakter anak.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak mengenal budaya, tetapi juga belajar tentang persatuan, kreativitas, kemandirian dan rasa percaya diri.
Semangat menuju Indonesia Emas 2045 pun diperkenalkan sejak usia dini dengan cara yang sederhana. Anak-anak didorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter dan mencintai Tanah Air.
Susanti menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berkreasi sekaligus mengenal budaya Indonesia sejak dini.
“Dengan dukungan guru, orang tua dan seluruh pihak, kita bersama-sama menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, percaya diri dan mencintai Tanah Air. Dari anak-anak inilah kita berharap lahir generasi penerus yang akan membawa Pangkalpinang dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Pagelaran Seni Budaya Nusantara pun menjadi gambaran bahwa membangun generasi masa depan dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain, belajar, berkarya dan tampil dengan penuh percaya diri.
Semangat kemerdekaan akhirnya tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi diwujudkan dalam upaya mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki karakter kuat, mencintai budaya dan siap menghadapi masa depan.

