Pemkot Pangkalpinang Perluas Pembinaan Keagamaan, Siswa SMP Bakal Belajar di Masjid hingga Malam

KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan langkah baru dalam pembinaan karakter generasi muda. Mulai tahun depan, program pembinaan keagamaan yang selama ini menyasar anak usia sekolah dasar (SD) akan diperluas hingga ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Program ini akan memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan pembelajaran agama, sekaligus membiasakan pelajar menjalankan ibadah secara berjamaah. Kegiatan direncanakan berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengatakan para pelajar SMP nantinya mengikuti kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), termasuk pembelajaran bahasa Arab serta pelaksanaan salat Magrib dan Isya berjamaah di masjid.

“Jadi anak SMP akan masuk ke TPA mulai sore pukul 05.00 sampai pukul 08.00. Mereka akan salat Magrib di masjid, kemudian juga salat Isya di masjid-masjid. Mereka akan belajar bahasa Arab di masjid untuk anak-anak SMP kita,” ujar Saparudin, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, perluasan program tersebut merupakan kelanjutan dari pembinaan keagamaan yang telah diberikan kepada anak-anak sejak duduk di bangku SD. Dengan demikian, pendidikan karakter diharapkan tidak berhenti ketika siswa memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pemkot Pangkalpinang ingin pembentukan generasi muda dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kecerdasan emosional, keterampilan praktis, serta nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menghadapi kehidupan sehari-hari.

“Kita persiapkan mereka menjadi generasi yang religius, yang kemudian mereka memiliki kecerdasan intelektual, tapi juga kecerdasan emosional dan kecerdasan-kecerdasan praktikal mereka di dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

 

Kreativitas dan Inovasi Tetap Didorong

Di luar pembinaan keagamaan, Pemkot Pangkalpinang juga memberi perhatian terhadap pengembangan bakat dan potensi generasi muda melalui berbagai kegiatan positif, termasuk seni dan olahraga.

Langkah ini dinilai penting agar anak-anak muda memiliki ruang untuk menyalurkan minat, mengasah kemampuan, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi.

Pemerintah kota berharap pendekatan yang memadukan pendidikan agama, penguatan karakter, dan pengembangan potensi diri dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya berakhlak baik, tetapi juga mampu berpikir kritis dan melahirkan gagasan baru.

“Tentu harapan kita anak-anak muda kita ini menjadi anak-anak yang terus bisa tumbuh kreasi dan inovasinya,” tutur Saparudin.

Melalui perluasan program tersebut, Pemkot Pangkalpinang mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran dan pembentukan karakter bagi generasi muda di Kota Pangkalpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *