Wali Kota Pangkalpinang: Purna Paskibraka Harus Jadi Penggerak Patriotisme dan Penjaga Nilai-Nilai Pancasila

IMG_20260601_100324

Kbrina.com, Pangkalpinang — Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui pelantikan Pengurus Kota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Pangkalpinang Periode 2026–2031 sekaligus pengukuhan anggota Purna Paskibraka Tahun 2025, Senin (1/6/2026).

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa keberadaan PPI memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis, disiplin, dan berwawasan kebangsaan.

Menurutnya, pengukuhan anggota Purna Paskibraka Tahun 2025 dilakukan sebagai tindak lanjut ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan baru PPI Kota Pangkalpinang periode 2026–2031.

“Sesuai dengan ketentuan dari BPIP, anggota Paskibraka tahun 2025 harus dilantik menjadi anggota Purna Paskibraka. Sekalian juga hari ini kita melantik ketua dan pengurus Purna Paskibraka Kota Pangkalpinang periode 2026–2031,” ujar Saparudin usai kegiatan.

Ia menilai PPI merupakan organisasi yang memiliki karakteristik khusus karena keanggotaannya bersifat eksklusif dan hanya terdiri dari mereka yang pernah menjalani tugas sebagai anggota Paskibraka.

Lebih dari itu, para anggota telah melalui proses pendidikan dan pelatihan yang tidak hanya menekankan kedisiplinan dan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga pembekalan nilai-nilai kebangsaan, ideologi Pancasila, serta wawasan kenegaraan.

“PPI ini organisasi yang luar biasa. Anggotanya telah ditempa melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, patriotisme, dan pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak banyak organisasi yang memiliki proses kaderisasi seperti ini,” katanya.

Dalam sambutannya, Saparudin mengingatkan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang menjaga keutuhan Indonesia sebagai bangsa besar yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya.

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi untuk memahami kembali perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa.

“Pancasila bukan hanya untuk dihafal atau dibacakan saat upacara. Nilai-nilainya harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap berdiri kokoh sampai hari ini,” tegasnya.

Saparudin berharap para anggota PPI dapat menjadi generasi muda yang tangguh, disiplin, dan terus mengibarkan panji-panji Pancasila serta persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

Ia juga mendorong agar organisasi tersebut aktif melaksanakan kegiatan pembinaan yang berdampak langsung bagi pelajar dan generasi muda di Kota Pangkalpinang.

“Kami berharap mereka dapat menularkan semangat itu kepada adik-adik mereka, kepada para pelajar di Kota Pangkalpinang. Melalui kegiatan-kegiatan PPI, lahir generasi muda yang memiliki patriotisme, disiplin, dan kesadaran berbangsa serta bernegara yang kuat,” ujarnya.

Lebih jauh, Wali Kota menilai peran organisasi kepemudaan seperti PPI akan semakin penting dalam menghadapi bonus demografi Indonesia. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat, diperlukan wadah pembinaan yang mampu membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.

Karena itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kepengurusan baru PPI periode 2026–2031 dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus mencetak calon pemimpin masa depan yang berintegritas dan berjiwa nasionalis.

“Generasi muda adalah aset bangsa. Jika mereka dibina dengan baik, maka bonus demografi akan menjadi kekuatan besar bagi pembangunan. PPI memiliki peran penting untuk ikut menyiapkan generasi itu,” pungkas Saparudin.

(Brama Kumbara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *