KBRINA COM, BELITUNG — Bantuan pendidikan kembali menyentuh pelajar di Kabupaten Belitung. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Babel menyerahkan 200 paket perlengkapan sekolah kepada pelajar yang membutuhkan, Selasa (11/8/2026).
Penyerahan bantuan dipusatkan di SMA Anugerah Tanjungpandan. Setiap paket berisi kebutuhan sekolah, mulai dari pakaian dan celana, sepatu, tas hingga perlengkapan penunjang pendidikan lainnya.
Program tersebut bersumber dari dana zakat yang dihimpun Baznas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
![]()
Kepala Baznas Babel, Zulhadi, mengatakan penyaluran 200 paket tersebut merupakan bagian dari program Baznas di bidang pendidikan. Program serupa juga menyasar pelajar di Kabupaten Belitung Timur dan diharapkan dapat diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Babel.
“Alhamdulillah hari ini kami menyerahkan sebanyak 200 set perlengkapan sekolah, berupa pakaian sekolah berikut celana, 200 sepatu, 200 tas dan perlengkapan lainnya. Semuanya bersumber dari dana zakat Baznas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Zulhadi.
Menurut dia, pengelolaan zakat tidak boleh berhenti pada aktivitas penghimpunan. Dana yang dipercayakan masyarakat harus dikembalikan dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung, salah satunya membantu anak-anak dari keluarga yang membutuhkan agar tetap dapat mengenyam pendidikan dengan layak.
![]()
Zulhadi berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi juga menjadi pemacu semangat para penerima manfaat untuk berprestasi.
“Semoga bantuan ini berguna untuk meringankan beban bapak dan ibu. Kami berharap anak-anak yang dibantu tetap berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Hidayat: Amanah Zakat Harus Dipertanggungjawabkan
![]()
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan, dana zakat merupakan amanah masyarakat yang harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran.
Bagi Hidayat, zakat bukan sekadar angka yang terkumpul dalam laporan. Di balik setiap rupiah yang dihimpun, terdapat amanah masyarakat yang harus diwujudkan dalam manfaat nyata.
“Semua uang zakat yang disumbangkan masyarakat di Babel ini kita salurkan semuanya. Kita harus bisa mempertanggungjawabkan kepada Tuhan, kepada Allah, bahwa uang ini sampai kepada masyarakat,” tegas Hidayat.
Ia juga menekankan bahwa bantuan tersebut diberikan tanpa membedakan latar belakang penerima.
“Tidak memandang agama, tidak memandang suku. Paket ini kita bagikan untuk masyarakat di seluruh Bangka Belitung,” katanya.
![]()
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pengelolaan zakat harus berdiri di atas prinsip kemanusiaan, keadilan dan kemanfaatan sosial.
Bukan Sekadar Seragam
Hidayat mengingatkan agar bantuan perlengkapan sekolah tidak dimaknai sebatas pembagian seragam, sepatu dan tas.
Lebih dari itu, bantuan tersebut harus menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak Babel, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ia meminta para pelajar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Belajarlah dengan baik. Kalau mau berdagang, berilmu. Kalau menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang baik dan bijaksana,” pesan Hidayat.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan sektor pendidikan di Bangka Belitung. Menurut Hidayat, posisi pendidikan Babel menunjukkan perbaikan dibandingkan sebelumnya.
“Kita dulu sempat berada di peringkat tiga terakhir setelah Papua. Sekarang kita sudah berada di peringkat enam dari atas,” ujarnya.
Namun, bagi Hidayat, capaian tersebut bukan alasan untuk berhenti. Pendidikan harus terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, masyarakat dan lembaga sosial seperti Baznas.
![]()
Hidayat: Sekolah Harus Dilihat Langsung
Komitmen Hidayat terhadap sektor pendidikan juga ditunjukkan melalui kunjungannya ke sejumlah sekolah di berbagai wilayah Bangka Belitung.
Dalam kunjungannya ke Belitung, Hidayat menyebut dirinya mendatangi SMA Anugerah Tanjungpandan serta satu sekolah lainnya untuk melihat secara langsung kondisi pendidikan di daerah.
“Saya sudah banyak berkunjung ke sekolah-sekolah di Babel. Hari ini saya datang ke Tanjungpandan, ke SMA Anugerah dan satu sekolah lainnya,” kata Hidayat.
Bagi kepala daerah, melihat kondisi sekolah secara langsung menjadi penting untuk memastikan persoalan pendidikan tidak hanya dibaca dari laporan administratif, tetapi juga dari realitas yang dihadapi siswa, guru dan sekolah.
Pemkab Belitung Apresiasi Baznas dan Pemprov
Pemerintah Kabupaten Belitung menyambut positif penyaluran bantuan tersebut. Wakil Bupati Belitung yang hadir mewakili pemerintah daerah menyebut bantuan perlengkapan sekolah sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat.
Terlebih, kebutuhan pendidikan kerap menjadi beban tambahan bagi keluarga pada awal tahun ajaran.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belitung, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Baznas. Kegiatan ini sangat luar biasa membantu anak-anak kita, terutama dalam memenuhi perlengkapan sekolah,” ujarnya.
Pemkab Belitung berharap program tersebut tidak berhenti pada penyaluran tahun ini, tetapi dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yudi Suhasri, Kepala Cabang Dinas Wilayah V Babel Adi Zahriadi, jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, guru serta para penerima manfaat.
Penyerahan 200 paket perlengkapan sekolah di Belitung akhirnya membawa pesan yang lebih besar: zakat tidak seharusnya berhenti sebagai dana yang terkumpul, tetapi harus berubah menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dan di tangan pelajar, manfaat itu diharapkan tidak berhenti pada seragam baru, melainkan tumbuh menjadi kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

