KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Penguatan kapasitas kader menjadi salah satu kunci keberhasilan Posyandu dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat. Hal itu ditekankan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, SE, saat menghadiri Lokakarya Mini Tribulanan Lintas Sektor Kecamatan Gerunggang sekaligus penyematan pin kader Posyandu, Selasa (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Gerunggang tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara kader Posyandu, pemerintah kecamatan dan kelurahan, fasilitas kesehatan serta unsur lintas sektor lainnya.
![]()
Susanti menegaskan, Posyandu saat ini tidak lagi semata-mata berkutat pada pelayanan kesehatan. Posyandu diarahkan menjadi wadah pelayanan masyarakat yang terintegrasi melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
“Jangan hanya bidang kesehatan yang aktif. Bidang pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, serta Kamtibmas juga harus turut berpartisipasi,” kata Susanti.
Menurutnya, pengembangan Posyandu membutuhkan kerja bersama. Tim Pembina Posyandu Kota Pangkalpinang membutuhkan dukungan aktif dari Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan serta seluruh lintas sektor agar pelayanan Posyandu enam SPM dapat berjalan secara optimal.
Ia menyebutkan, Kota Pangkalpinang saat ini memiliki 879 kader yang tersebar pada 119 Posyandu di tujuh kecamatan.
![]()
“TP Posyandu Kota Pangkalpinang membutuhkan partisipasi aktif para TP Posyandu kecamatan dan kelurahan serta lintas sektor terkait untuk maju dan berinovasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Susanti juga menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi kader. Bidang kesehatan telah mulai menerapkan pengakuan terhadap 25 kompetensi keterampilan kader melalui proses orientasi dan workshop.
Kader yang dinyatakan lulus mendapatkan pin sesuai tingkat keterampilan, yakni Purwa, Madya, dan Utama.
Kader yang telah mencapai kompetensi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengakuan pribadi, tetapi menjadi penggerak bagi kader lainnya.
“Kader yang lulus uji 25 kompetensi diharapkan dapat memberikan bimbingan dan berbagi keterampilan kepada kader yang belum lulus maupun kader yang baru bergabung dalam pengelolaan Posyandu enam SPM,” katanya.
![]()
Penyematan pin kader Posyandu di Kecamatan Gerunggang disebut menjadi kegiatan perdana yang dihadiri langsung Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pangkalpinang. Susanti berharap langkah tersebut dapat menjadi pemicu bagi kecamatan lain untuk melakukan hal serupa.
Ia juga turut memperhatikan sektor perumahan dan permukiman dalam pelayanan Posyandu. Salah satunya melalui aplikasi SI PALING PKP yang diperkenalkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk pendataan kondisi rumah masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa Posyandu enam SPM membutuhkan kerja tim dan tim kerja. Kita harus bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Gerunggang mengatakan penyematan pin kepada kader bukan sekadar seremoni. Pin tersebut menjadi simbol pengabdian sekaligus bentuk apresiasi terhadap kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Pin yang disematkan oleh Bunda Susanti merupakan tanda pengabdian dan tanda terima kasih,” ujarnya.
![]()
Ia menambahkan, seluruh Posyandu di Kecamatan Gerunggang telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP). Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadikan Gerunggang sebagai salah satu percontohan bagi kecamatan lainnya di Pangkalpinang.
Lokakarya Mini Lintas Sektor UPTD Puskesmas Gerunggang juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antarunsur yang terlibat dalam pelayanan masyarakat. Selain pemerintah kecamatan dan kelurahan, kegiatan tersebut melibatkan unsur Bhabinkamtibmas, RT/RW serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Susanti menilai pertemuan lintas sektor bukan sekadar agenda rutin. Setiap pertemuan, menurut dia, harus menghasilkan pembelajaran, gagasan dan inspirasi baru untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Pertemuan akan membawa suatu pelajaran dan selalu membawa inspirasi. Saya meyakini kehadiran Bapak-Ibu semua di ruangan ini bukan sebuah kebetulan, tetapi pertemuan untuk bertumbuh,” katanya.
Ia mengajak seluruh kader dan pemangku kepentingan untuk meninggalkan pola kerja sektoral dan membangun Posyandu secara bersama-sama.
“Jika melangkah sendiri mungkin secara cepat dapat dicapai. Namun jika melangkah bersama, besar kemungkinan akan banyak yang akan kita lampaui,” ujar Susanti.
Menutup sambutannya, Susanti menyampaikan pantun:
“Dari Tua Tunu menuju Taman Merdeka Alun-alun,
Singgah sebentar beli semangka di Pasar Pagi.
Kader Posyandu ayo membangun bersama,
Pangkalpinang ASRI, Smart Cyber City.”
Bagi Kecamatan Gerunggang, penyematan pin kader dan lokakarya lintas sektor tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Momentum itu menjadi penegasan bahwa keberhasilan Posyandu ke depan ditentukan bukan hanya oleh jumlah kader, tetapi juga kompetensi, kolaborasi dan kemampuan seluruh sektor untuk bergerak dalam satu arah.

