KBRINA, Jakarta — Dalam upaya memperkuat jati diri bangsa di tengah arus perubahan global yang cepat, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Andie Denaldie, bersama sejumlah anggota legislatif lainnya, menghadiri kegiatan Dialog Sarasehan bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila, Tantangan Geopolitik Dunia, dan Peluang Menuju Indonesia Raya” yang digelar di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (21/05/25).
![]()
Acara ini menjadi wadah strategis dalam membahas urgensi penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa, khususnya saat dunia tengah dihadapkan pada tantangan geopolitik yang makin kompleks dan dinamis. Para peserta yang hadir terdiri dari berbagai kalangan — mulai dari tokoh nasional, akademisi, praktisi politik, hingga perwakilan masyarakat sipil — semuanya menyatukan pandangan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pijakan utama pembangunan nasional.
![]()
Ketua DPRD Sumsel Andie Denaldie dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya ideologi Pancasila tetap dijaga dan dijalankan secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dialog sarasehan ini merupakan kesempatan yang baik untuk membahas dan memperkuat komitmen kita terhadap ideologi Pancasila, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membangun bangsa,” ujar Andie Denaldie.
![]()
Ia juga menilai bahwa dialog semacam ini perlu terus digalakkan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga ke daerah-daerah, agar semangat Pancasila tidak hanya berhenti pada tataran wacana tetapi benar-benar hidup dalam perilaku dan kebijakan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan interaktif ini juga menyoroti sejumlah isu aktual, seperti pengaruh konflik global terhadap stabilitas nasional, ancaman disinformasi, dan pentingnya memperkuat ketahanan ideologis generasi muda. Para narasumber menekankan bahwa hanya dengan berpijak pada nilai-nilai Pancasila, Indonesia dapat tetap berdiri kokoh di tengah arus globalisasi yang sering kali mengguncang nilai-nilai lokal.
![]()
Dengan berakhirnya dialog tersebut, para peserta sepakat bahwa memperkokoh Pancasila bukanlah tugas satu kelompok atau lembaga semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
“Pancasila adalah kekuatan moral dan fondasi utama bangsa Indonesia,” tegas salah satu peserta dalam diskusi panel yang menutup rangkaian kegiatan.
