Warga Pangkalpinang Apresiasi Program Geriatri dan Mobil Sehat Lansia, Wujud Nyata 100 Hari Kerja Prof. Udin–Cece Dessy

KBRINA.COM, PANGKALPINANG, — Masyarakat Kota Pangkalpinang menyambut antusias rencana pembangunan Gedung Geriatri dan penyediaan Mobil Sehat untuk lansia yang digagas Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, bersama Wakil Wali Kota Cece Dessy, sebagai bagian dari program 100 hari kerja mereka.

Gedung Geriatri yang tengah dirancang di kawasan RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang ini akan menjadi pusat layanan kesehatan khusus bagi warga lanjut usia yang memerlukan perawatan medis berkelanjutan. Program tersebut juga dilengkapi dengan layanan Mobil Sehat Lansia, yang akan beroperasi menjangkau masyarakat hingga ke pelosok kota.

Aliung, warga Pangkalpinang yang bekerja sebagai buruh harian, mengaku terharu mendengar rencana itu. Ia menilai program ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kelompok usia lanjut yang seringkali terpinggirkan dalam pelayanan kesehatan.

“Pembangunan Gedung Geriatri dan Mobil Sehat Lansia ini sangat mulia. Ini bukti nyata kebijakan yang berpihak kepada warga lanjut usia. Semoga daerah lain bisa meniru langkah seperti ini,” ujar Aliung, Kamis (6/11/2025).

Pandangan senada disampaikan Andi, warga Kecamatan Gabek. Menurutnya, keberadaan Gedung Geriatri akan menghadirkan kenyamanan dan pelayanan yang lebih manusiawi bagi pasien lansia yang selama ini dirawat bersama pasien umum di rumah sakit.

“Alhamdulillah, nanti orang tua kami bisa dirawat di tempat yang lebih nyaman dengan perhatian khusus. Ini sangat bermanfaat bagi para lansia,” ucap Andi penuh haru.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan wujud nyata kepemimpinan Prof. Udin yang menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan semata.

“Beliau tidak hanya membangun gedung, tapi juga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Udin menegaskan bahwa program Geriatri dan Mobil Sehat Lansia merupakan bagian dari visinya untuk menjadikan Pangkalpinang sebagai kota sehat, inklusif, dan humanis.

“Kualitas sebuah kota bukan diukur dari seberapa megah bangunannya, tetapi dari bagaimana pemerintah memperlakukan warganya — terutama mereka yang telah lanjut usia,” tegas Prof. Udin.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas ini menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan lansia agar mereka dapat menikmati pelayanan medis yang layak, manusiawi, dan terjangkau.

 “Pelayanan kesehatan yang baik harus sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Itulah yang ingin saya wujudkan bagi warga Pangkalpinang,” tutupnya.

(red/T8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *