Bumti Sido Sejahtera Tiyuh Sido Agung Kembangkan Penggemukan Sapi, Pernyataan Modal Capai Rp135,15 Juta Siap Dongkrak Ekonomi Tiyuh

Kbrina,Tubaba– Badan Usaha Milik Tiyuh (Bumti) Sido Sejahtera, Tiyuh Sido Agung, Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat, terus mengembangkan usaha di sektor peternakan melalui program penggemukan sapi. Program tersebut telah berjalan sejak akhir 2025 dan hingga kini masih beroperasi sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian tiyuh.

 

Kepala Tiyuh Sido Agung, Rohmad, saat diwawancarai di Kantor Tiyuh pada Rabu (8/7/2026), membenarkan bahwa Bumti Sido Sejahtera fokus pada usaha peternakan penggemukan sapi.

 

“Ya, untuk Bumti kami bergerak di bidang peternakan penggemukan sapi. Penyertaan modal yang dialokasikan sebesar Rp135.150.000. Lokasi kandang berada di RK 02 dan saat ini telah dibelikan lima ekor sapi. Untuk informasi yang lebih rinci terkait pengelolaan Bumti, silakan dikonfirmasi langsung kepada Ketua Bumti yang kebetulan hadir,” ujar Rohmad.

 

Di tempat yang sama, Ketua Bumti Sido Sejahtera Tiyuh Sido Agung, Devri, menjelaskan bahwa usaha tersebut mulai dijalankan pada akhir November 2025 dengan membeli lima ekor sapi jantan sebagai tahap awal.

 

“Usaha Bumti Sido Sejahtera dimulai pada akhir November 2025 dengan membeli lima ekor sapi jantan. Karena bergerak di bidang penggemukan sapi, masa pemeliharaan berlangsung sekitar enam bulan. Total penyertaan modal sebesar Rp135.150.000, yang digunakan untuk pembelian sapi, sewa dan renovasi kandang, serta kebutuhan pakan,” jelasnya.

 

Menurut Devri, harga pembelian sapi bervariasi, mulai dari Rp18 juta hingga Rp23 juta per ekor. Adapun jenis sapi yang dipelihara meliputi sapi Limosin, sapi Metal, dan sapi Marlboro.

 

Ia menambahkan, setelah melewati masa pemeliharaan sekitar enam bulan, sapi-sapi tersebut telah memasuki tahap penjualan (afkir). Selanjutnya, Bumti akan kembali mengisi kandang dengan sapi bakalan untuk periode penggemukan berikutnya.

 

“Karena sudah enam bulan, sapi-sapi tersebut kami afkir atau dilelang, kemudian akan kami isi kembali. Rencananya pengadaan sapi dilakukan pada akhir Juli hingga Agustus. Saat ini memang cukup sulit mencari sapi bakalan yang sesuai untuk penggemukan, tetapi target kami pada Agustus nanti seluruh kandang sudah kembali terisi,” ungkapnya.

 

Melalui usaha penggemukan sapi ini, Pemerintah Tiyuh Sido Agung berharap Bumti dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli tiyuh melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan.(Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *