Peduli Gizi Buruk, RADAK Babel Berikan Bantuan Uang Tunai 10 Juta Rupiah

PANGKALPINANG,KBRINA.COM – Suasana haru menyelimuti Ruang Perawatan St. Theresia, Rumah Sakit Primaya Pangkalpinang, Jumat (24/7/2026) sore. Di balik senyum kecil seorang bocah berusia enam tahun yang tengah berjuang melawan gizi buruk, hadir secercah harapan dari tangan-tangan yang peduli.

 

Keluarga besar RADAK Babel datang bukan sekadar menjalankan tugas jurnalistik, melainkan membawa misi kemanusiaan. Dipimpin langsung CEO RADAK Babel, La Ode M. Murdani, didampingi Pimpinan Redaksi RADAK Babel, Dodi Hendrianto, bersama jajaran staf, jurnalis, dan kuasa hukum, mereka mengunjungi sang anak yang kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Primaya.

 

Dalam kunjungan tersebut, RADAK Babel menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta rupiah sebagai bentuk kepedulian untuk membantu biaya kebutuhan hidup dan menunjang proses pemulihan kesehatan sang anak. Selain itu, keluarga besar RADAK Babel juga menyiapkan bantuan sembako yang akan diserahkan kepada keluarga setelah anak tersebut diperbolehkan pulang ke rumah.

 

Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin hanya berupa angka. Namun bagi keluarga kecil yang selama ini hidup dalam serba kekurangan, bantuan tersebut adalah secercah harapan di tengah beratnya ujian hidup yang mereka hadapi.

 

Anak itu tumbuh dalam keterbatasan. Rumah yang menjadi tempat berlindung keluarganya bahkan belum dialiri listrik. Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan, ia justru harus berjuang melawan kondisi kesehatan akibat kekurangan gizi.

 

Melihat kenyataan tersebut, CEO RADAK Babel, La Ode M. Murdani, mengaku hatinya tersentuh. Menurutnya, insan pers tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki kewajiban moral untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.

 

“Kami hadir bukan hanya sebagai jurnalis yang menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga. Kami juga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat memberikan perhatian serius agar anak ini memperoleh penanganan kesehatan, asupan gizi yang baik, serta kehidupan yang lebih layak,” ujarnya.

 

La Ode menambahkan, bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian para mitra RADAK Babel yang ikut tergerak setelah mengetahui kondisi memilukan yang dialami bocah tersebut.

 

“Ini bukan hanya bantuan dari RADAK Babel. Banyak mitra kami yang ikut mengetuk pintu hati mereka untuk berbagi. Kami berharap kepedulian ini menjadi awal dari semakin banyak tangan yang terulur, sehingga adik kita ini memiliki kesempatan tumbuh sehat, mengejar cita-cita, dan merasakan masa depan yang lebih baik,” katanya.

 

Sementara itu, Pimpinan Redaksi RADAK Babel, Dodi Hendrianto, yang akrab disapa Bang Doi, menegaskan bahwa kepedulian mereka tidak akan berhenti pada penyerahan bantuan semata.

 

“Kami akan terus berupaya mendampingi keluarga ini semampu yang kami bisa. Kami juga telah menyiapkan bantuan sembako yang akan kami antar ke rumah setelah kondisi adik kita membaik. Harapan kami sederhana, semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk membantu, karena setiap anak berhak hidup sehat, mendapatkan kasih sayang, pendidikan, dan masa depan yang layak,” ungkap Bang Doi.

 

Dalam kegiatan sosial tersebut turut hadir HRD RADAK Babel Doli Lubis, Wakil HRD Iwan Setiawan, Mifta, Meta, serta Kuasa Hukum RADAK Babel, Gerry Detriyadi, S.H., yang turut memberikan dukungan moril kepada keluarga agar tetap kuat menghadapi cobaan.

 

Kondisi bocah tersebut sebelumnya terungkap setelah tim medis bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) melakukan pendataan di Desa Sarang Mandi, Kabupaten Bangka Tengah. Dari hasil penelusuran diketahui bahwa keluarga tersebut merupakan pendatang baru yang beberapa bulan lalu mengurus perpindahan administrasi kependudukan ke desa tersebut.

 

PSM menjelaskan, kondisi sang anak baru diketahui setelah proses administrasi perpindahan domisili selesai dilakukan. Saat dilakukan pendataan, keluarga diketahui hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

 

Rumah yang mereka tempati belum memiliki aliran listrik. Meski demikian, keluarga tersebut kini telah masuk dalam daftar penerima bantuan pemasangan KWH listrik gratis. Pemerintah desa juga telah memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lainnya sebagai bentuk kepedulian.

 

Kepala desa asal keluarga tersebut juga membenarkan bahwa anak pasangan K dan Y termasuk kategori berisiko mengalami stunting dan berasal dari keluarga pra-sejahtera. Sebelum keluarga berpindah domisili, pemerintah desa telah berupaya melakukan pendampingan melalui Posyandu dan berbagai program kesehatan. Namun setelah perpindahan administrasi dilakukan, pendampingan dari desa asal tidak lagi dapat berjalan secara maksimal.

 

Kisah bocah enam tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap pembangunan dan berbagai pencapaian, masih ada anak-anak yang berjuang hanya untuk mendapatkan hak paling dasar: makanan bergizi, kesehatan, dan kehidupan yang layak.

 

Melalui aksi kemanusiaan ini, RADAK Babel berharap tidak ada lagi anak yang harus berjuang sendirian menghadapi kerasnya kehidupan. Kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang membutuhkan. Sebab, ketika banyak tangan bergandengan membantu, selalu ada harapan bahwa masa depan seorang anak dapat berubah menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *