Kbrina.com, Pangkalpinang — Harapan olahraga tinju Kepulauan Bangka Belitung kembali dipanggul oleh petinju muda potensial, Asal Pangkalpinang Boma Indra Taruna Tanjung, yang dijadwalkan tampil pada ajang Kejurnas Tinju Indonesia di Pusat Pelatihan Olahraga Ragunan, Jakarta, pada 11–14 Februari 2026.
Keikutsertaan Boma menjadi momentum penting bagi kebangkitan prestasi tinju Babel di level nasional. Dengan persiapan yang dilakukan secara mandiri dan penuh keterbatasan, semangat juang atlet muda ini justru dinilai semakin menunjukkan karakter petarung sejati.
Ketua Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmadi Sopian, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh kepada Boma yang akan membawa nama daerah di arena Kejurnas.
“Kami mengucapkan selamat bertanding dan selamat berjuang kepada Boma Indra Taruna Tanjung. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga sportivitas, dan buat bangga masyarakat Bangka Belitung,” ujar Ahmadi.
Ia menegaskan, masyarakat Babel berada di belakang perjuangan atlet yang bertanding dengan segala keterbatasan. Meski dukungan pemerintah daerah dinilai belum sepenuhnya optimal, semangat untuk mengharumkan nama Bangka Belitung di panggung nasional tidak boleh surut.
“Masyarakat Babel mendukungmu. Walaupun belum mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, perjuangan harus terus berjalan. Prestasi di ring nasional adalah bukti bahwa tekad dan kerja keras bisa melampaui keterbatasan,” tegasnya.
Kejurnas Tinju Indonesia di Ragunan yang menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan petinju-petinju terbaik dari berbagai provinsi. Selain menjadi arena perebutan prestasi, kejuaraan ini juga kerap menjadi pintu masuk pembinaan menuju level internasional ajang World Boxing Championship 2026.
Bagi Bangka Belitung, kehadiran Boma bukan sekadar partisipasi, melainkan simbol harapan baru. Ketika fasilitas dan dukungan belum sepenuhnya berpihak, keberanian untuk tetap naik ring adalah bentuk dedikasi tertinggi seorang atlet terhadap daerahnya.
Kini, publik Babel menanti dentuman pukulan yang bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membawa pesan kuat: bahwa dari daerah kepulauan yang sederhana, lahir petarung tangguh yang siap bersaing di pentas nasional.
(Brama Kumbara)
