Kbrina.com, Pangkalpinang – Di antara rumah-rumah yang terendam lumpur dan sisa-sisa kayu yang hanyut terbawa arus, ribuan warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah memulai hari-hari yang berat. Bencana banjir dan longsor menghantam bukan hanya bangunan, tetapi juga ketenangan hidup mereka. Dalam situasi itu, Relawan Karang Taruna Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak mengajak masyarakat Babel ikut menjadi bagian dari aliran harapan.
Ajakan ini bukan basa-basi kemanusiaan. Setiap bantuan yang terkumpul akan menyentuh hidup orang-orang yang sedang berjuang: ibu-ibu yang kehilangan dapur tempat memasak, anak-anak yang terpisah dari buku sekolahnya, dan lansia yang kini tidur hanya beralaskan tanah yang basah. Di tengah kehancuran itu, sedikit empati dapat terasa seperti cahaya.
Ketua Karang Taruna Babel, Haidir Asnan, menegaskan bahwa aksi solidaritas ini lahir dari kepedulian bersama. “Saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar sedang berada pada titik paling rapuh. Kita di Babel mungkin jauh, tetapi hati tidak pernah terikat jarak. Setiap donasi, sekecil apa pun, adalah cara kita memastikan mereka tidak berjalan sendirian menghadapi masa sulit ini,” tuturnya.
Untuk memudahkan masyarakat yang ingin membantu, Karang Taruna Babel membuka posko donasi di Titik Nol Kilometer, mulai 5 sampai 13 Desember 2025. Bantuan yang diperlukan meliputi sembako, pakaian layak pakai, selimut, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga popok bayi—kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan para penyintas.
Bagi warga yang ingin menyalurkan bantuan melalui transfer, Karang Taruna telah menyiapkan rekening resmi:
Bank Sumsel Babel
No. Rekening: 1440969544
A.n. Karang Taruna Prov. Kep. Babel
Setiap rupiah dan setiap paket bantuan akan diteruskan untuk membantu mereka yang kini sedang mengumpulkan kembali serpihan hidup. Ketika bencana meruntuhkan rumah-rumah, solidaritas sesama manusia selalu punya kekuatan untuk membangun ulang harapan. Dari Babel mengalir kepedulian, menuju Sumatera yang sedang berjuang berdiri kembali.
