Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7

Gubernur Hidayat Turun Tangan: Talud Penyak Diperketat, Abrasi Tak Boleh Menang

KBRINA.COM, PENYAK – Abrasi yang menggigit bibir Pantai Penyak tak lagi sebatas ancaman musiman. Gelombang yang terus memakan daratan membuat garis pantai bergeser dan sebelumnya hampir menyentuh badan jalan utama. Situasi itu membuat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, turun langsung meninjau progres pembangunan talud pengaman pantai, Kamis (11/12/2025), didampingi Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Ia berjalan beriringan dengan pemeriksaan detail teknis di lapangan, termasuk papan informasi proyek yang terpampang jelas: panjang garis pantai penanganan sekitar 830 meter, total keseluruhan talud yang dibangun mencapai 415 meter, menggunakan konstruksi batu alam serta buis beton, dengan kontur dasar laut mulai pasir hingga sedikit berkarang. Pada foto terpasang, juga terlihat visi dan misi nasional yang menjadi payung arah pembangunan infrastruktur, termasuk penguatan pertahanan wilayah pesisir dan ekonomi biru.

Di lokasi, tumpukan batu boulder dan buis beton tampak sudah tersusun, sementara ombak yang menggulung tak jauh dari garis kerja memperlihatkan betapa mendesaknya penanganan abrasi di kawasan itu.

Gubernur Hidayat menegaskan bahwa pengamanan wilayah pesisir adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah menjaga keselamatan masyarakat sekaligus keberlanjutan lingkungan. Ia memastikan pembangunan talud harus berjalan sesuai regulasi—baik dari sisi administrasi, koordinasi lintas lembaga, hingga kesesuaian material.

“Semua proyek wajib diketahui dan dikawal perangkat daerah terkait, minimal camat. Ini soal akuntabilitas kepada masyarakat,” ujarnya tegas di tengah debur ombak.

Ia juga mengaitkan penanganan abrasi ini dengan capaian Pemerintah Provinsi Babel sebagai peringkat dua nasional dalam pencegahan korupsi tahun 2025. Menurutnya, prestasi itu hanya bisa dipertahankan jika setiap pembangunan bebas dari praktik KKN.

“Negeri ini harus dilindungi dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jika ada proyek yang tidak sesuai, kita bina. Yang penting negara jangan dirugikan,” katanya.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menambahkan bahwa abrasi di Penyak sudah memasuki tahap mengkhawatirkan. Ia menyebut pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan bertahap, dari satu kilometer hingga menyusuri wilayah Arung Dalam.

“Tanah sudah semakin tergerus, masyarakat mulai was-was. Intervensi pemerintah sangat diperlukan,” ucapnya.

Algafry berharap pembangunan talud dapat berlangsung tanpa hambatan dan koordinasi dengan BWS Bangka Belitung tetap solid, sehingga penanganan abrasi bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan kondisi pantai yang terus diserang gelombang, pengerjaan talud ini menjadi pagar terakhir yang menahan abrasi agar tidak merangkak masuk ke pemukiman dan infrastruktur jalan. Pemandangan pada foto—batu-batu penahan yang mulai tersusun, air laut yang mengganas, serta data teknis yang terpampang—menjadi pengingat bahwa perlombaan melawan abrasi tak boleh kalah oleh kelambanan birokrasi.

(**/Bramakumbara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *