- Kbrina.com, Pangkalpinang — Upaya menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram bagi pelaku usaha mikro terus dikawal langsung oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Pangkalpinang. Distribusi yang berlangsung di SPBU Kampung Keramat, Kamis, menyasar sedikitnya 50 pedagang kaki lima (PKL) dan berjalan tertib tanpa kendala berarti.
Ketua DPD APKLI Pangkalpinang, Februli, menegaskan pengawasan lapangan dilakukan untuk memastikan gas bersubsidi benar-benar diterima pelaku usaha kecil yang membutuhkan, bukan disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
“Distribusi hari ini berjalan lancar dan tertib. Ini bukti bahwa koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan organisasi pedagang dapat memastikan kebutuhan dasar usaha mikro tetap terpenuhi,” ujarnya.
Penyaluran tidak berhenti pada tahap pertama. Distribusi tahap II dijadwalkan berlangsung di SPBU Selindung pada pukul 15.00 WIB dengan target mencapai 200 tabung LPG 3 kilogram, guna memperluas jangkauan penerima manfaat di kalangan pelaku usaha kecil.
Hal senada disampaikan Ketua DPW APKLI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mangimpal Lumbantoruan. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Pertamina yang dinilai konsisten menyediakan kuota LPG bagi pelaku usaha mikro di Pangkalpinang.
“Kami dari APKLI mengapresiasi komitmen Pertamina yang telah menyediakan kuota tabung LPG kepada pelaku usaha mikro se-Pangkalpinang. Atas nama APKLI, kami juga mengapresiasi kinerja Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, yang sejak awal memperjuangkan kebutuhan para pelaku usaha mikro,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipatif bagi warga atau pelaku usaha yang masih mengalami kekosongan LPG, APKLI membuka kesempatan distribusi terbatas dengan syarat membawa KTP serta rekomendasi APKLI di lokasi yang telah ditentukan.
Salah satu pelaku UMKM sekaligus anggota APKLI yang telah menerima LPG 3 kilogram, Rahmi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyaluran tersebut.
“Saya Rahmi mengucapkan terima kasih banyak kepada Pertamina, Ketua DPRD Babel Bapak Didit, Ketua APKLI Babel, Ketua APKLI Pangkalpinang, serta SPBU Kampung Keramat yang telah memfasilitasi penyaluran LPG 3 kilogram khusus untuk pedagang kaki lima,” ungkapnya.
Langkah pengawalan distribusi ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi sektor informal di Pangkalpinang, sekaligus memastikan kebijakan subsidi energi benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
(Ryoesha)
