Kbrina.com, Bangka Belitung – Gelombang adrenalin dan disiplin bersiap menembus udara Pangkalpinang pada 6–7 Desember mendatang. Perbakin Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Menembak Merah Putih, ajang tahunan yang menjadi barometer ketepatan, konsistensi, dan ketenangan para atlet menembak di daerah.
Dua venue utama sudah dipoles rapi: GOR Sahabudin untuk nomor indoor dan Lapangan Tembak Outdoor Depati Bahrin sebagai arena luar ruang. Di sana, para atlet putra dan putri akan mengadu presisi dalam lima kategori: Air Rifle 10 meter, Air Pistol 10 meter, Air Rifle Hunting 10 meter, Benchrest 25 meter, hingga nomor bergengsi Multirange 18–41 meter. Nama-nama muda yang biasanya hening dalam konsentrasi kini bersiap memasuki gelanggang dengan intensitas tinggi demi satu tujuan: menjadi yang paling stabil di tengah detak jantung mereka sendiri.
Pendaftaran ditetapkan Rp50 ribu, dengan opsi daftar ulang khusus nomor outdoor—jurus yang kerap dipakai atlet untuk menguji ulang keberuntungan dan ketepatan. Para juara akan membawa pulang hadiah pembinaan: Rp1 juta untuk Juara I, Rp750 ribu untuk Juara II, dan Rp500 ribu untuk Juara III, lengkap dengan piagam resmi.
Atmosfer kompetisi diprediksi memanas. Bukan hanya karena rivalitas, tetapi karena setiap tembakan adalah kombinasi antara seni mengendalikan diri dan ilmu balistik. Dunia menembak punya satu prinsip sederhana: siapa yang paling tenang, dialah yang pulang dengan medali.
Ketua Perbakin Kota Pangkalpinang, Husny, menegaskan bahwa Kejurprov ini menjadi tolak ukur sekaligus panggung pembuktian para penembak muda. “Kejuaraan ini bukan sekadar adu tembakan, ini panggung untuk menunjukkan kedewasaan teknik dan mental. Kami ingin melihat penembak-penembak muda Pangkalpinang dan Babel berani tampil, berani stabil, dan berani membuktikan bahwa pembinaan kita berjalan ke arah yang benar. Setiap butir peluru yang ditembakkan adalah latihan kejujuran terhadap kemampuan sendiri. Semoga ajang ini melahirkan juara baru, sekaligus memperkuat semangat Merah Putih di dada para atlet kita,” ujarnya.
Dari lapangan tembak hingga meja podium, para atlet muda Babel kini berdiri di garis start dengan satu ambisi yang sama: menorehkan akurasi terbaik mereka, menjaga merah putih tak hanya sebagai warna, tetapi sebagai sikap.
(Ryo esha)
