Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7

Naik Kelas UHC, Kepemimpinan Hidayat Arsani Tegaskan Arah Pembangunan Kesehatan Babel

KBRINA.COM, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menegaskan konsistensi arah kebijakan pembangunannya di awal tahun 2026.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani, Pemprov Babel sukses naik kelas dengan meraih Predikat Madya Universal Health Coverage (UHC) Award 2026, sebuah capaian nasional yang menandai penguatan komitmen daerah terhadap pelayanan kesehatan dasar yang inklusif dan berkelanjutan.

Predikat tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding capaian UHC sebelumnya, sekaligus menempatkan Bangka Belitung sebagai salah satu provinsi yang serius menjadikan jaminan kesehatan masyarakat sebagai pilar pembangunan daerah.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Deklarasi dan Pencanangan UHC yang digelar Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Gubernur Hidayat Arsani diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Babel, Fery Afriyanto, yang hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Babel, dr. Ria Agustine.

Acara nasional tersebut dibuka langsung Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta dihadiri perwakilan 31 provinsi dan 397 pemerintah kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

Gubernur Babel Hidayat Arsani menegaskan bahwa capaian Predikat Madya UHC Award merupakan hasil dari kebijakan yang sejak awal menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan.

“Kesehatan adalah prasyarat utama pembangunan daerah. Sejak awal kepemimpinan, saya menegaskan bahwa UHC dan JKN merupakan program prioritas, karena negara dan pemerintah daerah wajib hadir memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas,” tegasnya.

Menurut Hidayat Arsani, keberhasilan naik kelas ini tidak terlepas dari konsistensi kebijakan, penguatan anggaran, serta kolaborasi erat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Ini bukti bahwa kebijakan yang dijalankan secara konsisten dan kolaboratif mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Senada, Pj Sekda Babel Fery Afriyanto menilai penghargaan tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga mitra strategis.

“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemprov Babel di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani dalam memastikan masyarakat terlindungi melalui jaminan kesehatan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, ke depan Pemprov Babel akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta penguatan keberlanjutan pembiayaan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Babel, dr. Ria Agustine, menekankan bahwa dukungan anggaran daerah menjadi salah satu kunci capaian UHC, terutama untuk menjamin masyarakat kurang mampu yang belum tercover Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBN.

“Ini merupakan bentuk nyata sinergi Pemprov Babel dengan pemerintah kabupaten/kota, tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga penyediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai,” jelasnya.

Dari sisi penyelenggara jaminan kesehatan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, mengapresiasi kinerja Pemprov Babel dengan tingkat keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan yang telah melampaui 83 persen.

“Alhamdulillah, keaktifan kepesertaan di Babel sudah di atas 83 persen. Ini menjadi modal penting sekaligus bahan evaluasi bersama agar seluruh kabupaten/kota terus meningkatkan keaktifan kepesertaan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya, Menko PM Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menegaskan bahwa UHC dan JKN merupakan wujud nyata keberpihakan negara kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar terlindungi dari risiko finansial akibat biaya kesehatan.

Menurutnya, setelah lebih dari satu dekade berjalan, program JKN terbukti menjadi instrumen proteksi sosial yang efektif, mendorong produktivitas masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Atas konsistensi tersebut, pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang menjadikan bantuan iuran PBI sebagai investasi strategis jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat.

Dengan raihan UHC Award 2026 Kategori Madya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya, di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani, untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

(ADPIM/BRAMAKUMBARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *