Kbrina.com, Pangkalpinang — Manajemen RSUD Depati Hamzah menerima kunjungan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, bersama Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna, dalam agenda silaturahmi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Pertemuan berlangsung di Ruang Betason RSUD Depati Hamzah, Kamis (8/1/2026).
![]()
Kunjungan pimpinan daerah tersebut disambut langsung Direktur RSUD Depati Hamzah, dr. Della Rianadita, didampingi jajaran manajemen rumah sakit, Plt Kepala Dinas Kesehatan Thamrin, tenaga medis, serta seluruh pegawai RSUD Depati Hamzah.
Direktur RSUD Depati Hamzah, dr. Della Rianadita, mengatakan kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadi suntikan moral bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu layanan.
“Ini menjadi motivasi tersendiri bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan agar semakin profesional dan berkomitmen dalam melayani masyarakat,” ujar dr. Della.
![]()
Dalam forum evaluasi tersebut, dr. Della secara terbuka mengakui masih adanya sejumlah keluhan masyarakat, terutama terkait lamanya waktu tunggu pelayanan serta sikap petugas yang dinilai belum sepenuhnya ramah.
Menindaklanjuti hal itu, RSUD Depati Hamzah langsung mengambil langkah konkret dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Pakta tersebut menegaskan komitmen memberikan pelayanan terbaik, mengutamakan keselamatan pasien, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

“Komitmen ini bukan untuk tahun depan, tapi mulai hari ini. Kami ingin perubahan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas dr. Della.
Selain evaluasi pelayanan, manajemen RSUD Depati Hamzah juga memaparkan perkembangan sarana dan prasarana rumah sakit. RSUD Depati Hamzah saat ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 5 hektare dan telah mengalami beberapa tahap pengembangan sejak 2017 hingga 2019, termasuk pembangunan ruang perawatan khusus COVID-19 dengan kapasitas sekitar 12 tempat tidur.
Jumlah tempat tidur rawat inap saat ini mencapai 112 unit dan ditargetkan meningkat menjadi 142 tempat tidur pada Februari 2026. Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Depati Hamzah didukung 42 dokter spesialis, 15 dokter umum, serta hampir 600 pegawai yang terdiri dari PNS dan pegawai kontrak BLUD.
dr. Della menambahkan, sejak ditetapkan sebagai BLUD murni pada tahun 2022, RSUD Depati Hamzah terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan, manajemen, maupun citra rumah sakit di mata masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa RSUD Depati Hamzah merupakan rumah sakit rujukan utama dan harus menjadi kebanggaan masyarakat Pangkalpinang.
“Rumah sakit ini menjadi harapan masyarakat setelah layanan di puskesmas. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan, baik dari sisi kecepatan, keramahan, maupun empati,” katanya.
![]()
Ia juga mengapresiasi dedikasi tenaga medis dan paramedis yang selama ini telah melayani masyarakat dengan penuh kesabaran, seraya menekankan pentingnya kerja sama dan manajemen yang solid dalam pelayanan kesehatan.
Melalui silaturahmi dan evaluasi bersama ini, RSUD Depati Hamzah diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, ramah, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sekaligus menjawab ekspektasi masyarakat Kota Pangkalpinang dan sekitarnya.
(Ryo Esha)
