KBRINA.COM, PANGKALPINANG β Pemerintah Kota Pangkalpinang didorong memperluas kegiatan bazar pangan murah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya digelar pada momentum tertentu, kegiatan serupa diminta menjadi agenda rutin, terutama di wilayah yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin saat menghadiri Bazar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Taman Mandara, Kamis (24/9/2026).
![]()
Kegiatan yang digagas Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Pangkalpinang tersebut melibatkan Dinas Pangan dan Pertanian serta Dinas Kesehatan. Kolaborasi ini menghadirkan sejumlah layanan sekaligus dalam satu kegiatan, mulai dari penyediaan kebutuhan pangan pokok hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Saparudin mengapresiasi inisiatif TP PKK yang dinilai mampu membangun sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Menurut dia, kolaborasi semacam ini perlu terus diperkuat agar program pemerintah tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
βIni kegiatan yang sangat baik. Saya minta kepada kepala dinas dan camat untuk bisa mengadakan kegiatan seperti ini secara rutin, dan mengambil tempat di wilayah yang memang masyarakatnya membutuhkan,β tegas Saparudin.
![]()
Dia menilai, keterlibatan sejumlah perangkat daerah dalam kegiatan tersebut menjadi contoh konkret pelayanan publik yang terintegrasi.
Dinas Pangan dan Pertanian menghadirkan bahan pangan pokok melalui Gerakan Pangan Murah. Program ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Saparudin berharap sinergi antara TP PKK, perangkat daerah, dan pemerintah kecamatan dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi program berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.