KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Suasana ceria mewarnai halaman Balai Besar Betason dan Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (13/11/2025), saat ratusan anak TK antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran yang digelar Satpol PP dan Damkar Kota Pangkalpinang.
Sebanyak 450 anak dari delapan lembaga PAUD dan TK turut serta, yakni TK Cerdas Bangka Belitung, TK Satu Atap Kelapa Bangka Barat, TK Yamusru Pangkalpinang, TK Khalifah Bangka Belitung 1, TK Pembina 5 Pangkalpinang, TK Tamasha Valaq, Tahfizh Anak Usia Dini Sahabat Qur’an (Taud SaQu) An Najm, dan TK Bhayangkari. Kegiatan ini menjadi sarana belajar sambil bermain yang mengenalkan anak-anak pada bahaya kebakaran, alat pemadam, hingga simulasi evakuasi dini.
Kasatpol PP dan Damkar Pangkalpinang, Efran, menjelaskan kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP dan Damkar, sebagai bagian dari program sosialisasi dan edukasi pencegahan bahaya kebakaran untuk anak usia dini.
“Kegiatan ini kita lakukan untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang arti penting dan bahaya kebakaran. Anak-anak diajak mengenal alat pemadam, ikut simulasi pemadaman api, dan menaiki mobil damkar. Karena mereka senang bermain, edukasi ini kita kemas dengan cara menyenangkan,” ujar Efran.
Menurut Efran, kegiatan ini juga melibatkan enam TK/PAUD dari Kota Pangkalpinang dan satu dari Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, yang bergabung dalam suasana penuh semangat. Ia berharap, pembelajaran semacam ini menumbuhkan kesadaran sekaligus rasa hormat anak-anak terhadap profesi pemadam kebakaran.
“Sejak kecil mereka harus tahu betapa pentingnya keselamatan dan menghargai kerja keras para petugas damkar,” tambahnya.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang tahun ini digelar lebih besar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.
“Biasanya sekolah-sekolah datang sendiri ke kantor Damkar, tapi kali ini Pak Kasat mengumpulkannya sekaligus. Selain memperingati Hari Pahlawan, tujuannya agar anak-anak tahu bagaimana tugas seorang pemadam kebakaran,” ungkap Subekti.
Ia juga mengapresiasi kinerja Damkar Pangkalpinang yang selalu sigap merespons laporan warga.
“Kalau soal kecepatan, jangan diragukan. Laporan masuk, lima menit sudah di lokasi. Bahkan mereka siap membantu warga kalau ada hewan buas seperti ular atau biawak di rumah,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung penuh tawa itu menjadi momen edukatif yang membentuk kesadaran keselamatan sejak dini. Melalui pendekatan yang humanis dan interaktif, Satpol PP dan Damkar Pangkalpinang membuktikan bahwa pencegahan kebakaran bukan hanya urusan orang dewasa, tapi juga bagian penting dari pendidikan karakter anak-anak.
(Ryo Esha)
