KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Di tengah kemarau panjang yang melanda Kota Pangkalpinang, keluarga besar SD Negeri 29 Pangkalpinang menggelar salat istisqa untuk memohon pertolongan dan keberkahan Allah SWT, sekaligus berdoa agar hujan segera turun.
Kegiatan berlangsung di lapangan upacara SDN 29 Pangkalpinang, Rabu (23/9/2026) pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Salat istisqa tersebut diikuti Kepala SDN 29 Pangkalpinang, Emran Indrawan, bersama para guru, staf, serta seluruh murid kelas I hingga kelas VI. Salat dipimpin oleh Ustaz Arifin Sakdon.
Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan ibadah. Para siswa dan guru bersama-sama memanjatkan doa, memohon agar kemarau segera berakhir dan hujan membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya warga Kota Pangkalpinang.
Bagi para siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk beribadah dan berdoa bersama, sekaligus mengingatkan pentingnya bersyukur serta menjaga nikmat yang diberikan Allah SWT.
Salah satunya Mail, siswa kelas 1A SDN 29 Pangkalpinang. Dengan kepolosan khas anak-anak, ia mengungkapkan harapannya agar hujan segera turun.
“Senang bisa salat dan berdoa bersama teman-teman. Mail ingin hujan segera turun, supaya air banyak lagi,” ujar Mail.
Harapan sederhana itu menggambarkan kerinduan anak-anak terhadap turunnya hujan di tengah kemarau yang berkepanjangan.
Usai pelaksanaan salat, Ustaz Arifin menyampaikan khutbah. Ia mengajak para siswa memahami bahwa hujan merupakan salah satu nikmat besar yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia.
“Sudah lama kota kita mengalami kemarau panjang. Tidak hanya di Pangkalpinang, daerah lain juga mengalami kondisi serupa. Air hujan adalah nikmat terbesar dari Allah SWT. Saat ini, orang bahkan harus membeli air,” ujarnya.
Menurut Ustaz Arifin, kondisi kemarau hendaknya menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, meningkatkan keimanan, serta memperbanyak ibadah dan doa.
Ia mengingatkan bahwa manusia perlu menjaga dan menghargai nikmat air, tidak menyia-nyiakannya, serta senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT.
“Ketika Allah SWT menahan hujan, ini hendaknya menjadi teguran bagi kita untuk introspeksi diri. Mungkin kita sering membuang-buang air, atau masih kurang dalam beribadah. Mari kita memohon ampun kepada Allah SWT dan bertobat,” tuturnya.
Ustaz Arifin juga mengajak para siswa untuk membiasakan diri membaca istighfar dan tidak pernah lelah berdoa, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
“Karena itu, di awal tadi kita mengucapkan istighfar. Mari kita perbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, sehingga hujan kembali diturunkan dan membawa keberkahan bagi kita semua serta kota yang kita cintai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN 29 Pangkalpinang, Emran Indrawan, mengingatkan para siswa dan seluruh warga sekolah agar senantiasa menjaga semangat beribadah dan tidak pernah berhenti memanjatkan doa.
Menurutnya, pelaksanaan salat istisqa menjadi salah satu ikhtiar spiritual keluarga besar sekolah dalam memohon keberkahan dan pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
“Kita jangan pernah lelah dan jangan pernah lupa untuk beribadah serta berdoa. Melalui salat istisqa ini, mari kita bersama-sama memohon keberkahan kepada Allah SWT dan berdoa agar hujan segera diturunkan,” pesannya.
Emran berharap, melalui doa bersama tersebut, hujan segera turun sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan kondisi lingkungan kembali membaik.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada para siswa sejak dini, khususnya pentingnya berdoa, bersyukur, menjaga lingkungan, dan menghargai air sebagai karunia Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, keluarga besar SDN 29 Pangkalpinang tidak hanya memanjatkan doa agar hujan segera turun, tetapi juga mengajak seluruh warga sekolah menjadikan kemarau sebagai pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjaga nikmat yang telah diberikan-Nya.

