Tiga Guru Besar Perempuan UBB Dikukuhkan, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Soroti Peran Strategis Perempuan

Kbrina.com, Pangkalpinang — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menghadiri perayaan Dies Natalis ke-20 Universitas Bangka Belitung (UBB) yang dirangkaikan dengan pengukuhan tiga guru besar, Senin (13/4/2026). Ketiganya menjadi sorotan karena seluruhnya merupakan perempuan dari disiplin ilmu pariwisata, hukum, dan sumber daya manusia (SDM).

Kegiatan yang digelar di Balai Utama De Universitaria UBB itu dinilai sebagai tonggak penting dalam perkembangan akademik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kesempatan tersebut, Dessy menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangga atas capaian yang diraih para akademisi tersebut.

“Kami mengucapkan selamat dan ikut bangga terhadap pengukuhan ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dessy mengaku tersentuh dengan capaian para guru besar perempuan tersebut. Ia menilai, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama dalam menempati posisi strategis, termasuk di dunia akademik.

“Saya mengapresiasi dan merasa bangga karena kita sama-sama perempuan. Ini menunjukkan bahwa perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Menurutnya, peran perempuan kini telah berkembang jauh melampaui batasan tradisional. Perempuan, kata dia, telah menunjukkan kualitasnya dalam berbagai bidang, mulai dari keilmuan hingga sosial dan politik.

“Kalau dulu perempuan hanya sebatas dapur, sumur, dan kasur. Sekarang perempuan telah meningkatkan kualitasnya di berbagai ranah, termasuk ilmu pengetahuan, sosial, dan politik. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dessy berharap pengukuhan tersebut mampu mendorong kemajuan ilmu pengetahuan di berbagai sektor serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya Kota Pangkalpinang. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

“Semoga momentum ini memperkuat kemajuan ilmu di bidang sosial, pariwisata, hukum, maupun SDM, serta dapat berkontribusi secara nyata bagi pemerintah kota Pangkalpinang,” ungkapnya.

Terkait peluang kerja sama beasiswa antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan UBB bagi mahasiswa asal Pangkalpinang, Dessy menyebut rencana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk ketersediaan anggaran dan arahan kepala daerah.

“Harapan itu tentu ada, namun perlu dibicarakan dan dikaji terlebih dahulu, termasuk melihat kemampuan anggaran serta arahan dari Wali Kota. Jadi, belum bisa dipastikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *