Ada “Mafia Tambang” Bermain di IUP Pemda Basel.

Oplus_131072
Oplus_131072
Oplus_131072

KBRINA.COM, Menyingkapi Keluh kesah masyarakat di Desa Permis dan Rajuk mengenai beroperasinya Kapal Isap Produksi (KIP) Pirat 1 dan Isamar dilaut Permis kecamatan Simpang Rimba kabupaten Bangka Selatan yang saat ini menjadi fokus dan sorotan masyarakat desa Permis dan Rajik.

Menurut informasi yang di dapatkan dari masyarakat setempat adalah kapal tersebut bekerja di IUP Pemda Bangka Selatan, saat ini Kapal tersebut tidak bekerja, tetapi menghasilkan puluhan ton pasir timah.

“Pada saat dilakukan pengecekan oleh PT Timah mereka pura-pura kerja dan PT TIMAH sendiri seperti tidak mengetahui aktivitas kedua kapal tersebut atau mereka pura pura tidak mengetahui?” ujar salah satu warga.

“Nggak mungkin Pak PT. Timah nggak tau kerjaan KIP itu pak, bahkan bupati kami pun kayaknya pura pura tidak tahu ada kapal KIP di laut Permis tidak kerja tapi hasil timah berton-ton kan bekerja di IUP Pemda” ujar SW ke awak media.

Saat awak media menelusuri cerita nara sumber ternyata pihak PT SMB membeli timah dari pada kolektor diberbagai tempat dan diakui sebagai hasil dari timah KIP tersebut padahal asal timah tersebut tidak diketahui ilegal ataukah legal.

“Hebat KIP dilaut Permis tuh, nggak jalan tapi menghasilkan timah puluhan ton,”ujar BN warga Rajik yang merasa laut Permis hanya topeng PT SMB untuk melegalkan hasil pembelian timah diluar IUP pemda tempat KIP berizin kerja saat ini.

Bahkan semakin awak media menelusuri dari sumber terpercaya ternyata timah hasil pembelian dari kolektor lokal dan PIP yang bekerja disekitar lokasi PIP yang diakui sebagai hasil dari kedua KIP yang ada di laut Permis tidakdi ketahui kemana akan dikirim.

Yang menjadi tanda tanya besar saat ini adalah kemanakah hasil timah itu dikirim dan dimanakah timah itu di lebur, apakah smelter tempat peleburan itu memiliki izin lebur?

Sekali lagi masyarakat desa Permis dan desa Rajik berharap ada tindakan dari APH, PT TIMAH dan KEJAKSAAN bahkan BUPATI BANGKA SELATAN YANG TERPILIH untuk menindak lanjuti informasi dari masyarakat yang menjerit ulah pengusaha nakal.”Kampung kami hanya kambing hitam pengusaha, kalau bahasa kampung nya, tipu-tipulah kami orang kampung,” ujar BN

Tim awak media akan berusaha mengkonfirmasi instansi terkait untuk keberimbangan berita ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *