Kbrina.com, Pangkalpinang — Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mulai memetakan kebutuhan teknologi alat kesehatan untuk memperkuat layanan RSUD Depati Hamzah. Salah satu target yang dibidik adalah menjadikan rumah sakit tersebut sebagai Trauma Center yang mampu memberikan pelayanan penanganan trauma secara lebih lengkap dan terintegrasi.
Langkah itu terlihat saat Prof. Saparudin mengunjungi booth PT Mega Andalan Kalasan (MAK) dan PT Polaris Alkes Starindo, Rabu (7/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prof. Saparudin didampingi Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang Susanti Saparudin dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna.
Di booth PT MAK, Prof. Saparudin melihat sejumlah teknologi alat kesehatan yang dinilai berpotensi mendukung peningkatan pelayanan RSUD Depati Hamzah. Di antaranya meja operasi orthopedic, Smart Bed atau tempat tidur pasien yang dilengkapi indikator vital sign, serta Modular Operating Theater (MOT).
Perhatian terhadap fasilitas tersebut bukan tanpa alasan. Prof. Saparudin menilai penguatan RSUD Depati Hamzah sebagai rumah sakit rujukan membutuhkan dukungan sarana dan teknologi medis yang memadai. Saat ini, fasilitas alat kesehatan di rumah sakit masih perlu diperkuat, baik dari sisi jumlah maupun teknologi.
“Kita ingin meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Depati Hamzah. Salah satu yang kita dorong adalah bagaimana rumah sakit ini bisa menjadi Trauma Center. Untuk itu, fasilitas dan teknologi alat kesehatan harus menjadi perhatian,” ujar Prof. Saparudin.
Menurut dia, pengembangan Trauma Center membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Tidak hanya tenaga medis, tetapi juga ruang pelayanan, peralatan operasi, alat diagnostik hingga fasilitas rehabilitasi pasien.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatiannya adalah Modular Operating Theater (MOT). Fasilitas tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan ruang operasi RSUD Depati Hamzah. Saat ini, ruang operasi rumah sakit tersebut belum menggunakan konsep MOT.
“Kita melihat teknologi MOT ini sebagai salah satu opsi untuk mendukung pengembangan ruang operasi. Tentunya nanti akan kita kaji sesuai kebutuhan dan kemampuan rumah sakit,” katanya.
Usai meninjau booth MAK, Prof. Saparudin bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke booth PT Polaris Alkes Starindo, distributor produk MAK yang juga menyediakan berbagai peralatan kesehatan lainnya.
Produk yang didistribusikan PT Polaris Alkes Starindo cukup beragam, mulai dari perangkat fisioterapi, X-Ray, USG hingga berbagai peralatan penunjang pelayanan kesehatan.
Dari berbagai produk tersebut, Prof. Saparudin secara khusus tertarik pada perangkat fisioterapi. Menurut dia, layanan fisioterapi memiliki peran penting dalam mendukung visi pengembangan Trauma Center.
“Penanganan trauma tidak berhenti setelah pasien mendapatkan tindakan medis. Ada proses pemulihan dan rehabilitasi. Karena itu, fisioterapi menjadi bagian penting dalam membangun layanan Trauma Center yang lengkap,” jelasnya.
Prof. Saparudin menegaskan, pengembangan RSUD Depati Hamzah sebagai Trauma Center tidak akan dilakukan secara instan. Pemerintah Kota Pangkalpinang akan melihat kebutuhan rumah sakit secara menyeluruh dan memilih teknologi yang benar-benar memberikan manfaat bagi pasien.
“Kita tidak sekadar mencari alat yang canggih. Yang paling penting adalah tepat guna, sesuai kebutuhan pelayanan dan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap penguatan fasilitas dan teknologi tersebut nantinya dapat membuat masyarakat Pangkalpinang dan Bangka Belitung memperoleh layanan penanganan trauma yang semakin cepat, lengkap dan berkualitas.
“Target akhirnya adalah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Kita ingin RSUD Depati Hamzah memiliki kemampuan yang semakin kuat dalam menangani kasus trauma,” pungkas Prof. Saparudin.

