Banyuasin – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai istimewa oleh masyarakat Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa. Di momen penuh nasionalisme ini, Desa Talang Buluh meresmikan Koperasi Merah Putih sebagai tonggak baru penguatan ekonomi kerakyatan.
Kepala Desa Talang Buluh, Sukatno, SH., M.H., menegaskan bahwa filosofi kemerdekaan tahun ini adalah membangun desa yang aman, kondusif, dan rukun.
“Dengan pondasi kerukunan dan keamanan, pembangunan desa akan lebih mudah diwujudkan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang menitikberatkan pembangunan dari desa dengan semangat pengabdian,” ujar Sukatno.
Peresmian dilakukan langsung oleh Camat Talang Kelapa, Salinan, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili pemerintah kecamatan. Menurutnya, kehadiran koperasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Koperasi Merah Putih di Desa Talang Buluh harus menjadi penggerak ekonomi bersama. Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang akan membuat koperasi tumbuh besar dan memberi manfaat nyata bagi warga,” tegas Salinan.
Sebelum lahirnya koperasi ini, Desa Talang Buluh telah memiliki Koperasi Sumber Karya Sukses yang berdiri selama 22 tahun dengan legalitas resmi dan konsisten menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kini, koperasi tersebut melebur menjadi bagian dari Koperasi Merah Putih yang diproyeksikan lebih modern dan adaptif dengan kebutuhan ekonomi desa.
Sukatno menambahkan, hadirnya koperasi ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan ekonomi desa.
“Harapan kami, setelah koperasi ini diresmikan, segera ada regulasi yang diluncurkan pemerintah. Dengan regulasi tersebut, koperasi akan lebih leluasa mengembangkan usaha, tidak hanya sebatas simpan pinjam, tetapi juga memperluas akses modal usaha sebagaimana dukungan yang telah disampaikan oleh Kementerian Hukum, Kementerian Keuangan, bahkan Kementerian Luar Negeri,” jelasnya.
Peresmian Koperasi Merah Putih di Desa Talang Buluh bukan sekadar simbol pemberdayaan ekonomi, tetapi juga perwujudan semangat persatuan dan pengabdian yang sejalan dengan makna kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
