Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7

DPRD Soroti Sepinya Aktivitas Pemkot Pangkalpinang, Arnadi: Pemerintahan Seperti Tanpa Nahkoda

Pangkalpinang, Kbrina.com – Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Kota Pangkalpinang di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Wali Kota saat ini. Menurutnya, roda pemerintahan berjalan lambat dan tanpa arah yang jelas, seolah tidak memiliki nahkoda.

“Banyak sekali keluhan dari OPD yang masuk ke kami. Mereka merasa seperti berjalan tanpa pimpinan. Anggaran memang terbatas, tapi semestinya masih bisa dilakukan konsolidasi dan koordinasi. Sekarang justru sepi kegiatan,” ujar Arnadi, Rabu (16/4/2025).

Arnadi menyampaikan bahwa kondisi ini bukan sekadar soal anggaran, tapi lebih kepada lemahnya kepemimpinan dan komunikasi antara Pj Wali Kota dan perangkat daerah. Ia menyayangkan harapan besar yang dulu diberikan kepada Pj karena latar belakang dan jaringan nasionalnya, ternyata tidak membuahkan hasil konkret.

“Dulu masyarakat dan OPD berharap banyak pada Pj yang punya jaringan pusat. Tapi kenyataannya nihil. Saya rasa sudah saatnya dipertimbangkan, apakah Pj ini sosok yang tepat memimpin Pangkalpinang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya keresahan dari beberapa lurah yang merasa takut berkoordinasi dengan Pj karena tidak pernah bertemu langsung. Hal ini dinilainya menciptakan jarak yang kontraproduktif dalam pelayanan publik.

“Beberapa lurah sampaikan ke saya, mereka segan dan bingung harus bagaimana karena belum pernah ketemu langsung dengan Pj. Padahal jabatan wali kota itu politis dan publik, seharusnya terbuka,” kata Arnadi.

Ia juga menyoroti masuknya triwulan kedua tahun anggaran, namun pemerintahan dinilai belum menunjukkan kinerja optimal. Meski memahami kondisi keuangan yang terbatas, ia menilai kedekatan dengan masyarakat dan inisiatif lapangan tetap bisa dilakukan tanpa biaya besar.

“Banyak hal yang bisa dilakukan tanpa anggaran besar. Turun langsung ke kelurahan, dengar keluhan warga, pantau fasilitas umum, itu bagian dari kepemimpinan. Jangan hanya muncul di acara seremonial,” kritiknya.

Menurut Arnadi, dampak dari kondisi ini mulai terlihat pada terhambatnya pencapaian target pemerintah daerah serta sulitnya realisasi program prioritas.

Ia pun mengimbau seluruh ASN untuk tetap menjalankan tugas dengan baik di tengah situasi yang tidak ideal. “Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik, tapi kalau situasi ini terus dibiarkan, jelas akan mengganggu jalannya pemerintahan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *