Dugaan Keterlibatan Bos Timah TP Alias AY Mentok Dalam Penyelundupan 5 Ton Timah

MENTOK,KBRINA.COM – Polres Bangka Barat berhasil menggagalkan penyelundupan pasir timah tujuan Malaysia sebanyak 5 Ton di perairan Keranggan Mentok, Kamis (24/04/25)

 

Diketahui 5 Ton pasir timah tersebut rencananya akan di bawa ke perbatasan Indonesia – Malaysia, namun penyelundupan tersebut  digagalkan oleh anggota Satpolairud Bangka Barat yang sedang melakukan patroli.

 

8 ABK telah dilakukan penahanan, berikut dengan barang bukti telah diamankan, namun hingga sampai saat ini Polres Bangka Barat belum berhasil mengungkap Pemilik pasir timah 5 ton.

 

Beredar kabar dikalangan Bos-Bos timah mentok, pasir Timah yang diamankan oleh Satpolairud Bangka Barat tersebut milik pengusaha timah asal Mentok Inisal “TP / AY” Big Bos Tembelok Keranggan Jilid Dua.

 

” Kuat dugaan punya rombongan bos TP bang, ako die yang urus sekarang, pas ketangkep ade motor TP ketinggalan di lokasi pinggir pantai,” ucap Ipan warga Mentok, Minggu (27/04/25).

 

Awak media menghubungi TP alias AY Via whatsapp ke nomor pribadi nya 0823888XXXXX untuk konfirmasi, namun sayangnya centang satu.

 

Kecurigaan publik semakin menjadi, pasalnya sebelum kejadian, whatssapp TP masih aktif dan masih berkomunikasi dengan Bos-bos timah di wilayah Bangka Barat.

 

” Dak aktif agik nomor die nghin, chat-chat lame ku kek TP la di hapus die bai, kate e die ke Singapore kek Bos Timah Parit Tige,” ucap Aliong, Minggu (27/04/25).

 

Disalah satu media online, nama TP sempat terbit, dan pada sore hari tiba tiba nama TP sudah tidak ada lagi di berita tersebut.

 

” awal ku baca ade name TP, terus berapa jam kemudian, ku baca lagi berita tadi la ilang nama TP, la beganti kek nama AKIM, kalau dak de ape ape ngape nek takut, aok dak bg,” ucap oka (nama samaran).

 

Pengungkapan pemilik 5 ton pasir timah, menjadi tantang terbesar bagi Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya, pasalnya  melihat contoh kasus-kasus penyelundupan timah, banyak ABK yang di pidana tetapi pemilik sebenarnya bebas berkeliaran tanpa tersentuh hukum. (YP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *